Hasil Hutan Bukan Kayu potensial di hutan Indonesia diantaranya adalah balakka, yang tersebarsalah satunya di Propinsi Sumatera Utara. HHBK ini dikelola dengan tidak optimal dan tidak bijaksana.Potensi balakka di Indoensia khususnya di Sumatera Utara belum banyak diketahui dan diperhatikan, baikdari segi kandungan, budidaya, keragaman individu maupun manfaatnya. Pohon ini lebih digunakansebagai campuran bumbu masakan daerah khususnya ikan Mas atau ikan Jurung, yang dikenal dengannama holat. Sedangkan di India dan China sudah lama dikenal dan telah banyak dibudidayakan sertadikembangkan. Faktor penghambat pembudidayaan balakka di Indonesia terutama di Sumatera Utaraantara lain adalah adanya degradasi lahan menjadi perkebunan rakyat yaitu untuk tanaman karet dankelapa sawit, dikhawatirkan balakka akan punah pada masa yang akan datang jika terjadi penebangansecara terus-menerus terhadap pohon ini. Faktor penghambat lainnya adalah kurangnya informasimengenai manfaat balakka. Manfaat balakka adalah dapat digunakan untuk beragam aplikasi dalamperawatan kesehatan atau obat herbal, makanan dan minuman, kosmetik, industri, pewarnaan,penyamakan, dll. Bagian yang digunakan untuk manfaat-manfaat tersebut adalah buah segar dan buahkering, biji, daun, akar, kulit dan bunga. Oleh sebab itu pemanfaatan dan pengelolaan balakka pada masayang akan datang, khususnya di Sumatera Utara, perlu ditingkatkan melalui penelitian dan publikasibalakka pada masyarakat luas.Kata Kunci : Phyllanthus emblica L., Hasil Hutan Bukan Kayu, degradasi lahan.
Copyrights © 2018