Hari ini pemikiran umat dan masyarakat “teracuni” dengan berbagai macam “gempuran” pemikiran yang seakan menggiring kepada perpecahan dan sikap intoleran. Oleh karena itu, perlu mencari asal muasal pemikiran intoleran tersebut yang banyak dipaparkan oleh “agamawan”. Adapun para agamawan di Indonesia mayoritas lahir dari tempaan pondok pesantren baik dalam maupun luar negeri. Sulawesi-Selatan memiliki satu Pondok-Pesantren yang mengusung motto “bersatu dalam akidah, toleran dalam khilafiyah dan furu’iyah. Adapun pemahaman santri IMMIM ialah tekstualis karena belum mempelajari hadis secara khusus dan mendalam, sekalipun demikian nialai-nilai pemikiran yang ditanamkan oleh pendiri, para pimpinan dan seluruh stekholder adalah sikap toleransi dalam menyikapi keberagaman yang bentuknya khilafiyah dan furu’iyah.
Copyrights © 2019