Pemikiran Orientalis tentang otentisitas hadis, diakui atau tidak, mempengaruhi pandangan sejumlah pemikir Muslim tentang hadis Nabi. Hal ini tentu mengandaikan adanya kemungkinan banyak hadis yang otentitasnya perlu dipertanyakan, diragukan, atau bahkan ditolak sama sekali.Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji pemikiran Azamy dalam menanggapi pemikiran orientalis tersebut dalam bukunya Dirasat fi al-Hadits al-Nabawiy wa Tarikh Tadwinih. Bagaimana metode penulisannya, serta bagaimana historisitas sistem isnad dan otentisitas hadis. Berdasarkan penelusuran penulis, karya Azamy tersebut dilatari oleh keinginannya membantah pandangan sejumlah pemikir, khususnya para sarjana Barat (orientalis), yang menilai bahwa keberadaan hadis tidak dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Hadis merupakan sesuatu yang a-historis. Di sisi lain, karya tersebut juga dimaksudkan sebagai suatu usaha penting untuk membuktikan otentisitas hadis. Dalam penyajian materi, Azamiy menyusunnya dengan sistematis. Uraiannya terdiri dari dua juz, delapan bab, dan enam fashl. Dalam karyanya ini, Azami menunjukkan berbagai kekeliruan yang dilakukan oleh orientalis dalam melihat historisitas sistem isnad dan otentisitas hadis.
Copyrights © 2019