Latar belakang: Pada penelitian terdahulu, Citrus aurantifolia konsentrasi 100% sebagai bahan irigasi saluran akar efektif dalam menghambat Enterococcus faecalis dibandingkan dengan Psidium guajava Linn konsentrasi 60%.Namun kandungan asam yang sangat tinggi pada jeruk nipis dapat menyebabkan demineralisasi dinding saluran akar sehingga gigi menjadi lebih rapuh. Tujuan: menganalisis perbedaan daya hambat ekstrak daun jambu biji 100% dengan air perasan jeruk nipis 100% pada bakteri E.faecalis. Bahan dan metode: penelitian ini menggunakan ekstrak daun jambu biji, air perasan jeruk nipis dan bakteri E.faecalis dan merupakan penelitian eksperimen laboratorium dengan post-test only control group design dan uji statistik dengan post hoc test. Hasil: zona inhibisi yang terbentuk pada ekstrak daun jambu biji 100% sebesar 11,75± 0,68 mm, pada perasan jeruk nipis 100% sebesar 16,802±0,524 mm, serta berdasarkan uji statistik menunjukkan p = 0,070 > α = 0,05. Simpulan: Tidak terdapat perbedaan signifikan diameter zona inhibisi antara ekstrak daun jambu biji 100% dengan air perasan jeruk nipis (Citrus aurantifolia) 100% dalam menghambat pertumbuhan bakteri E.faecalis.
Copyrights © 2019