Saksi yang adil merupakan bagian penting dalam akad nikah. Jumhûr Ulamâ sepakat bahwa sahnya pernikahan salah satunya jika dihadiri oleh dua orang saksi yang adil. Sementara imam Hanafi berpendapat pernikahan tetap sah walaupun disaksikan dua orang saksi fasik.pengertian adil secara umum adalah orang yang istiqomah menjalankan aturan Allah Swt dan menjaga murû’ahnya.Sedangkan fasik adalah orang yang keluar dari ketaatan Allah SWT dan RasulNya. Pendapat Imam al-Syâfi’i masih relevan untuk dipraktekkan pada saat sekarang ini, alat-alat bukti nikah lainnya yang ada masa kini seperti Akta Nikah dan Isbat Nikah tetap diperlukan karena mempunyai banyak maslahat dan untuk menghindari kesukaran dikemudian hari. Dalam tinjauan maqâshid al-syarî’ah nikah yang dihadiri saksi yang adil bertujuan untuk memelihara kemaslahatan dan menolak kerusakan, kemaslahatan yang paling utama untuk memelihara keturunan (hifz al-nasl) dari hak-haknya. Standar minimal adil cukup dilihat secara zahir saja, apabila secara zahir pandangan manusia saksi istiqomah menjalankan syariat Allah dan berprilaku baik maka sudah termasuk katagori adil. Keyword : Saksi adil, Imam Syâfi’I Maqâshid al-Syarî’ah
Copyrights © 2019