Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah: (1) prestasi belajar matematika siswa yang menggunakan model pembelajaran TGT lebih baik daripada model pembelajaran NHT; (2) prestasi belajar matematika siswa dengan keaktifan tinggi lebih baik daripada siswa dengan keaktifan sedang maupun rendah; (3) ada interaksi antara model pembelajaran dengan keaktifan siswa. Populasi penelitian yaitu semua siswa kelas X SMA Negeri 1 Sapuran Tahun Pelajaran 2013/2014. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Simple Random Sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan metode dokumentasi, observasi, dan tes. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi keaktifan belajar dan soal tes. Pengujian hipotesis menggunakan analisis variansi dua jalan dengan sel tak sama. Hasil penelitian dengan diperoleh nilai pada masing-masing variabel yaitu (1) = 4,162 dengan maka DK sehingga ditolak, artinya prestasi belajar siswa dengan penerapan model pembelajaran TGT lebih baik daripada penerapan model pembelajaran NHT,(2) , dengan maka DK sehingga ditolak, artinya siswa yang memiliki keaktifan belajar tinggi lebih baik daripada siswa yang memiliki keaktifan belajar sedang maupun rendah dalam prestasi belajar matematika (3) = 0,056, dengan maka DK sehingga diterima, artinya tidak ada interaksi antara penerapan model pembelajaran TGT dan NHT dengan perbedaan keaktifan siswa terhadap prestasi belajar matematika. Kata kunci: model pembelajaran, TGT, NHT, keaktifan
Copyrights © 2015