Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat: (1) perbedaan efek antara model TAPPS dan PBL terhadap kemampuan pemecahan masalah, (2) perbedaan efek kemampuan pemecahan masalah matematika pada siswa dengan minat tinggi, sedang maupun rendah model TAPPS dan PBL, (3) interaksi antara model TAPPS dan PBL dengan minat belajar siswa terhadap kemampuan pemecahan masalah. Jenis penelitian ini eksperimental semu dengan 2 kelas eksperimen. Instrumen berupa soal tes dan angket. Pengujian hipotesis menggunakan analisis variansi dua jalan sel tak sama. Kesimpulan penelitian: (1) kemampuan pemecahan masalah matematika siswa model TAPPS lebih baik daripada PBL, (2) kemampuan siswa minat tinggi, sedang dan rendah sama, (3) pada siswa dengan minat tinggi dan sedang model TAPPS dan PBL memiliki kemampuan yang sama tetapi siswa minat rendah model TAPPS lebih baik daripada PBL, (4) pada TAPPS, kemampuan siswa minat tinggi, sedang, dan rendah sama, (5) pada PBL, kemampuan siswa minat tinggi dan sedang sama, tetapi siswa minat tinggi lebih baik daripada siswa minat rendah. Kata Kunci: TAPPS, PBL, kartu masalah, minat belajar, kemampuan pemecahan masalah
Copyrights © 2017