ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa
Vol 4, No 3 (2014): ADITYA

BENTUK DAN MAKNA SIMBOLIK KESENIAN KUBRO DI DESA BANGSRI KECAMATAN KAJORAN KABUPATEN MAGELANG

Dwi Priani (Unknown)



Article Info

Publish Date
03 May 2014

Abstract

Abstrak: Penelitian ini mendeskripsikan permasalahan (1) Bentuk kesenian Kubro di Desa Bangsri, Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang, (2) Makna simbolik yang terdapat dalam kesenian Kubro di Desa Bangsri, Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang. Jenis penelitian menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data dihasilkan dari sumber data primer dan sumber data sekunder. Sumber data primer terdiri dari sesepuh kesenian Kubro, pengasuh kesenian Kubro, ketua II kelompok kesenian Kubro, perangkat desa, pemain kesenian Kubro dan masyarakat Desa Bangsri. Sumber data sekunder dari dokumentasi, video dan buku-buku. Data penelitian diperoleh dari hasil observasi, dokumentasi dan wawancara. Lokasi penelitian berada di Desa Bangsri, Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, dokumentasi dan observasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data dan verifikasi. Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi. Teknik penyajian hasil analisis secara informal. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa (1) Bentuk kesenian Kubro meliputi pra pertunjukan sampai pasca pertunjukan kesenian Kubro. Pra pertunjukan kesenian Kubro terdiri dari musyawarah, latihan kesenian Kubro, persiapan tempat, nyekar atau ziarah kubur, mengadakan pertemuan, silaturahmi, pengajian, sesaji, persiapan penari. Pertunjukan kesenian Kubro diwujudkan dalam bentuk seperti: gerak, pelaku, musik, lagu, tata rias, tata busana, pola tempat pertunjukan, waktu pertunjukan, perlengkapan, urutan penyajian. Pasca pertunjukan kesenian Kubro yaitu semua penari kesenian Kubro menari bersama, terkadang sampai kesurupan (ndadi). (2) Makna simbolik kesenian Kubro terdapat pada pra pertunjukan sampai pasca pertunjukan kesenian Kubro. Makna simbolik pra pertunjukan kesenian Kubro terdapat pada nyekar atau ziarah kubur dan sesaji. Makna simbolik pertunjukan kesenian Kubro juga terdapat pada gerak, pelaku, musik, lagu, tata rias, tata busana, pola tempat pertunjukan dan penari yang kesurupan. Makna simbolik terdapat pada pasca pertunjukan yaitu pada saat pemain menari bersama-sama campur menjadi satu.   Kata kunci: kesenian kubro, bentuk, makna

Copyrights © 2014






Journal Info

Abbrev

aditya

Publisher

Subject

Education Languange, Linguistic, Communication & Media

Description

Jurnal ADITYA adalah jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa FKIP Universitas Muhammadiyah Purworejo sebagai media publikasi hasil karya ilmiah. Terbit dua kali setahun tiap bulan November dan Mei. Redaksi menerima artikel dari kalangan mahasiswa, budayawan, ...