ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa
Vol 5, No 1 (2014): ADITYA

Persepsi Masyarakat terhadap Kirab Budaya dalam Nawu Sendhang Seliran di Mataram Islam Sayangan Jagalan Banguntapan Bantul

Etmi Amaneti (Unknown)



Article Info

Publish Date
25 Aug 2014

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan : (1)Mendeskripsikan sejarah munculnya tradisi Nawu Sendhang Seliran dalam Kirab Budaya Ambengan Ageng; (2) Mendeskripsikan Prosesi dari tradisi Nawu Sendhang seliran dalam Kirab Budaya Ambengan Ageng yang ada di Kota Gede; (3) Untuk mengetahui Persepsi Masyarakat terhadap tradisi Nawu Sendhang Seliran dalam Kirab Budaya Ambengan Ageng. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik wawancara, dokumentasi dan observasi. Teknik wawancara yang digunakan yaitu teknik wawancara mendalam, dimana pewawancara dan informan terlibat dalam kehidupan sosial yang relatif lama . Analisis data digunakan tiga teknik yaitu (1) reduksi data yaitu merangkum, memilih hal-hal yang pokok; (2) penyajian data, disajikan dalam bentuk sekumpulan informasi yang tersusun dengan baik melalui ringkasan atau rangkuman-rangkuman berdasarkan data-data yang telah diseleksi atau direduksi; (3) verifikasi data, merupakan tinjauan terhadap catatan yang telah dilakukan di lapangan. Teknik keabsahan data yang digunakan adalah triangulasi sumber. Selanjutnya, dalam teknik penyajian hasil analisis data digunakan teknik informal. Hasil penelitian yang diperoleh meliputi (1) bentuk sejarah munculnya tradisi Nawu Sendhang Seliran dan Kirab Budaya Ambengan Ageng dilatarbelakangi oleh adanya petilasan kraton Mataran dan diprakarsani oleh lurah pada masa itu. (2) Prosesi dari tradisi Nawu Sendhang seliran dalam Kirab Budaya Ambengan Ageng, diantaranya pembukaan, pentas seni budaya, kirab pasrah gunungan, kirab Ambengan Ageng dan Nawu Sendhang.(3) persepsi masyarakat terhadap tradisi Nawu Sendhang Seliran dalam Kirab Budaya Ambengan Ageng yang setujub dari respoden golongan wong cilik dan kaum ningrat, masyarakat yang berasal dari kaum priyayi tidak mengatakan setuju dan tidak setuju, hanya saja jika bermanfaat bisa dilaksanakan., dan yang tidak setuju dari golongan santri atau tokoh masyarakat. Kata kunci: tradisi nawu sendhang, kirab budaya

Copyrights © 2014






Journal Info

Abbrev

aditya

Publisher

Subject

Education Languange, Linguistic, Communication & Media

Description

Jurnal ADITYA adalah jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa FKIP Universitas Muhammadiyah Purworejo sebagai media publikasi hasil karya ilmiah. Terbit dua kali setahun tiap bulan November dan Mei. Redaksi menerima artikel dari kalangan mahasiswa, budayawan, ...