ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa
Vol 5, No 1 (2014): ADITYA

Kajian Deiksis dalam Cerita Bersambung Getih Sri Panggung Karya Kukuh S.Wibowo Panjebar Semangat Edisi 23 Maret – 29 Juni 2013

Bastian Triadi (Unknown)



Article Info

Publish Date
28 Aug 2014

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan: 1) mendeskripsikan jenis dan bentuk deiksis yang terdapat dalam cerita bersambung Getih Sri Panggung karya Kukuh S. Wibowo, 2) mendeskripsikan pengacuan deiksis yang terdapat dalam cerita bersambung Getih Sri Panggung karya Kukuh S. Wibowo Panjebar Semangat. Analisis data menggunakan metode analisis konten. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat penggunaan deiksis dalam cerita bersambung Getih Sri Panggung karya Kukuh S. Wibowo. 1) Jenis dan bentuk deiksis yang ditemukan meliputi a) deiksis persona meliputi: deiksis persona pertama tunggal: klitika -ku ‘-ku’ (enklitik), dan dak- ‘ku-‘ (proklitik); kata aku ‘aku’, kene ‘sini’, dan kula ‘saya’, deiksis persona pertama jamak: kata  kene ‘sini’ dan kita ‘kita’; frasa awake dhewe ‘diri kita’ dan  kita sedaya ‘kita semua’. Deiksis persona kedua tunggal: klitika kok- ‘kau’(proklitik) dan –mu ‘-mu’ (enklitik); kata kowe ‘kamu’, mang ‘anda’, kok ‘kau’, sampeyan ‘anda’, sliramu ‘kamu’, dan panjenengan ‘anda’, deiksis persona kedua jamak kowe sakeloron ‘kamu berdua’; deiksis persona ketiga tunggal, yaitu berupa klitika –e ‘-nya’ dan –ipun ‘nya’; kata dheweke ‘dia’, kana ‘sana’, piyambake ‘dirinya’, piyambakipun ‘dirinya’, panjenengane ‘beliau’, dan panjenenganipun ‘beliau’; b) deiksis waktu: deiksis waktu saiki ‘sekarang’, wau ‘tadi’, kapungkur ‘silam’, sesuk ‘besok’, mangke ‘nanti’, dina iki ‘hari ini’, bengi iki ‘malam ini’, dalu menika ‘malam ini’, mentas wae ‘baru saja’, enjing kalawau ‘tadi pagi’, biyen kae ‘dulu’, nalika semana ‘pada saat itu’, kala semanten ‘pada saat itu’, nalika semanten ‘pada saat itu’, dan ewasemanten ‘pada saat itu’; c) Deiksis tempat: tempat kene ‘sini’, kono ‘situ’, kana ‘sana’, mrene ‘ke sini’, mrana ‘ke sana’, mriki ‘ke sini’, mriku ‘ke situ’, ngriki ‘sini’, dan ngrika ‘sana’. 2) Pengacuan yang ditemukan berupa pengacuan endofora (anafora dan katafora) dan eksofora pada pengacuan persona, waktu, dan tempat.   Kata kunci : deiksis, cerita bersambung Getih Sri Panggung

Copyrights © 2014






Journal Info

Abbrev

aditya

Publisher

Subject

Education Languange, Linguistic, Communication & Media

Description

Jurnal ADITYA adalah jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa FKIP Universitas Muhammadiyah Purworejo sebagai media publikasi hasil karya ilmiah. Terbit dua kali setahun tiap bulan November dan Mei. Redaksi menerima artikel dari kalangan mahasiswa, budayawan, ...