ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa
Vol 6, No 3 (2015): ADITYA

Analisis Kohesi Gramatikal dalam Cerbung Rajapati Ing Pereng Wilis Karya Kukuh S. Wibowo

Chamim Machmud (Unknown)



Article Info

Publish Date
07 May 2015

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan: (1)mendeskripsikan bentuk penanda kohesi gramatikal yang terdapat dalam cerbung Rajapati Ing Pereng Wilis Karya Kukuh S. Wibowo, (2) mendeskripsikan penggunaan bentuk kohesi gramatikal dalam cerbung Rajapati Ing Pereng Wilis Karya Kukuh S. Wibowo.Jenis  penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa kutipan-kutipan kalimat yang terdapat dalam cerbung Rajapati Ing Pereng Wilis Karya Kukuh S. Wibowo. Sumber data dalam dalam penelitian ini adalah cerbung Rajapati Ing Pereng Wilis Karya Kukuh S. Wibowo. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik pustaka, teknik observasi, dan teknik catat. Instrumen penelitian adalah peneliti sebagai instrumen utama dibantu buku-buku analisis wacana serta nota pencatat data. Uji keabsahan data penelitian ini adalah menggunakan teknik meningkatkan ketekunan. Teknik analisis data dalam penelitian ini penulis menggunakan teknik content analysis (analisis).Hasil analisis data terdapat penanda kohesi gramatikal dalam cerbung Rajapati Ing Pereng Wilis Karya Kukuh S. Wibowo. (1) Penanda kohesi gramatikal yang diteliti meliputi (i) referensi (pengacuan), baik persona I tunggal bentuk bebas: aku ‘aku’, persona I tunggal bentuk terikat, lekat kanan: -ku ‘-ku’; lekat kiri: dak- ‘saya-/ku-’, persona III tunggal, bentuk bebas: dheweke ‘dia’, panjenengan ‘beliau’, demonstratif waktu netral: jam siji awan ‘jam satu siang’, demonstratif tempat ekspilsit: omah ‘rumah’,  referensi komparatif: kaya ‘seperti’; (ii) substitusi (penyulihan), baik substitusi nominal:  wanita ‘wanita’-kenya ‘wanita’, substitusi frasal: oyak-oyakan ‘kejar-kejaran’-playon ‘berlarian’, substitusiklausal: aku lan Sekarniti-wong loro ‘dua orang’; (iii) elipsis (pelesapan): dheweke ‘dia’, Laso , Amongdenta, aku ‘aku’; (iv) konjungsi (perangkaian): urutan: banjur ‘kemudian’, tujuan: amrih‘agar’, waktu: sakwise ‘sesudah’, pertentangan: nanging ‘tetapi’, sebab-akibat: sebab ‘sebab’, penambahan (aditif): lan ‘dan’, pilihan: utawa ‘atau’,  cara: kanthi ‘dengan’, syarat: yen ‘jika’; (2) penggunaan bentuk penanda kohesi gramatikal yang paling dominan secara umum adalah konjungsi (perangkaian) khususnya konjungsi sebab-akibat dengan jumah 26 buah penanda. Kemudian diikuti referensi (pengacuan) khususnya persona I yaitu pengacuan persona I tunggal bentuk bebas (morfem bebas) aku ’aku’dan bentuk terikat (morfem terikat) lekat kanan -ku ‘-ku’ dengan jumlah 22 buah penanda. Sedangkan untuk penggunaan penanda kohesi gramatikal paling sedikit adalah substitusi (penyulihan) khususnya substitusi verbal serta frasal yang masing-masing penggunaannya hanya satu penanda.   Kata kunci: kohesi gramatikal

Copyrights © 2015






Journal Info

Abbrev

aditya

Publisher

Subject

Education Languange, Linguistic, Communication & Media

Description

Jurnal ADITYA adalah jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa FKIP Universitas Muhammadiyah Purworejo sebagai media publikasi hasil karya ilmiah. Terbit dua kali setahun tiap bulan November dan Mei. Redaksi menerima artikel dari kalangan mahasiswa, budayawan, ...