Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI)
Vol. 6 No. 3 (2015): Jurnal Hortikultura Indonesia

Rekomendasi Pemupukan Fosfor pada Budidaya Caisin (Brassica rapa L. cv. caisin) di Tanah Andosol

Donatila Faranso (Unknown)
Anas D. Susila (Unknown)



Article Info

Publish Date
14 Dec 2015

Abstract

ABSTRACTThis study was conducted to determine optimum phosphorus fertilizer application in Andosols soil, at the Pasir Sarongge, IPB Experimental Farm, Cianjur from April to May 2014. This research was arranged in split plot design with main plot five soil P status, namely X (1856.3 kg.ha-1 P2O5), 3/4 X (1392.225 kg.ha-1 P2O5), 1/2 X (928.15 kg.ha-1 P2O5), 1/4 X (464.076 kg.ha-1 P2O5) and 0 X (0 kg.ha-1 P2O5) and subplot five P fertilizer rates, namely (1856.3 kg.ha-1 P2O5), 3/4 X (1392.225 kg.ha-1 P2O5), 1/2 X (928.15 kg.ha-1 P2O5), 1/4 X (464.076 kg.ha-1 P2O5) and 0 X (0 kg.ha-1 P2O5), where X = 1856.346 kg.ha-1 P2O5 or 5156 kg.ha-1 SP-36, in which P was needed to achieve the highest levels of P in Pasir Sarongge Andosol. Rate of N and K were applied at 200 kg.ha-1 of Urea (45% N) and 100 kg.ha-1 KCl (60% K2O) respectively. The results showed that the soil nutrient Pwas able to enhance the growth and yield of caisin, whereas P fertilization treatment did not give significant effect on caisin growth and yield in the medium P content (Bray extractant) of Pasir Sarongge Andosols. The percentage of plants affected by mace root disease was 11.90%. It may influence the effectiveness of P fertilization. The P fertilizer rate recommendations in the Pasir Sarongge Andosol could not be determinedKeywords: fertilizer, P soils, vegetables, rateABSTRAKPenelitian ini dilakukan untuk menentukan dosis optimum pemupukan fosfor pada tanah Andosol. Penelitian dilakukan di Kebun Percobaan IPB Pasir Sarongge Cianjur mulai April hingga Mei 2014. Percobaan disusun rancangan Split Plot. Petak utama (main plot) adalah status hara P tanah yang diinkubasikan dari terdiri atas lima, 3/4 X (1392.225 kg.ha-1 P2O5), 1/2 X (928.15 kg.ha-1 P2O5), 1/4 X (464.076 kg.ha-1 P2O5) dan 0 X (0 kg.ha-1 P2O5), dimana X (1856.3 kg.ha-1 P2O5), Anak Petak (sub plot) adalah dosis pemupukan P yang terdiri atas lima taraf, yaitu X (1856.3 kg.ha-1 P2O5), 3/4 X (1392.225 kg.ha-1 P2O5), 1/2 X (928.15 kg.ha-1 P2O5), 1/4 X (464.076 kg.ha-1 P2O5) dan0 X (0 kg.ha-1 P2O5) dengan X = 1856.346 kg.ha-1 P2O5 atau 5156 kg.ha-1 SP-36, yaitu P yang dibutuhkan untuk mencapai kadar P sangat tinggi pada tanah Andosol Pasir Sarongge. Dosis N dan K yang digunakan adalah 200 kg kg.ha-1 Urea (45% N) dan 100 kg.ha-1 KCl (60% K2O). Status hara awal hara P tanah berpengaruh sangat nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman caisin. Namun demikian, perlakuan pemupukan P tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman caisin pada tingkat kesuburan P tanah sedang menurut pengekstrak Bray. Serangan penyakit akar gada kemungkinan dapat menjadi penyebab pemupukan tidak berpengaruh pada tanaman. Persentase jumlah tanaman yang terserang penyakit akar gada adalah 11.90%. Dosis rekomendasi pemupukan P untuk tanaman caisin di kebun Percobaan Pasir Sarongge belum dapat ditentukan.Kata kunci: pupuk, P tanah, sayuran, dosis

Copyrights © 2015






Journal Info

Abbrev

jhi

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry

Description

Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI) merupakan media untuk publikasi tulisan ilmiah dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris yang berkaitan dengan berbagai aspek dalam bidang hortikultura. Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI) terbit tiga kali setahun (April, Agustus, dan ...