Media Veteriner
Vol. 5 No. 1 (1998): Media Veteriner

The IPB-I Reagent As An Alternative Tool To Detect Subclinical Mastitis

Mirnawati Sudarwanto (Unknown)



Article Info

Publish Date
12 Jan 2011

Abstract

Mastitis subklinis hanya dapat dideteksi melalui pemeriksaan mikrobiologi dan penghitungan jumlah sel radang terhadap contoh susu. Penyakit ini sangat merugikan peternak karena produksi susu menurun dan seringkali berkembang menjadi mastitis klinik atau kronis yang berakibat penyingkiran sapi lebih awal. Melakukan deteksi dini dengan pereaksi terhadapcontoh susu dapat memperkecil resiko tersebut. Ujimastitis subklinis di lapang yang ada sampai saat ini,seperti Calijbrnia Mastitis Test (CMT), masih jarangdilakukan karena harga pereaksinya cukup lnahal dansulit diperoleh di pasaran. Untuk memperoleh suatuteknik yang cepat dan pereaksi untuk uji mastitis subklinis di lapang yang relatif lebih mudah, murah dan bahan-bahannya mudah diperoleh di pasaran, maka dikembangkanlah pereaksi yang diberi nama "IPB- I ". Dari penelitian ini diperoleh data bahwa sensitivitas IPB- I, CMT, Whiteside Test (WST), Aulendorfer Mastitis Probe (AMP) mod- 1 dan AMP mod-2 berturut-turut 0,99; 0,92; 0,94; 0,92 dan 0,94. Sedangkanspesifisitasnya berturut-turut 0,92; 0,37; 0,32; 0,47 dan0,89. Nilai prediksi (predictive valz~e)I PB- I, CMT, WST, AMP mod-1 dan AMP mod-2 berturut-turut 0,95; 0,99; 0,97; 0,99 dan 0,97. Nilai Keterhandalan IPB-I lebih tinggi dibandingkan dengan pereaksi lainnya. Namun nilai prediksi untuk pereaksi masih harus diperbaiki.

Copyrights © 1998