Dari hasil penelitian Lukman (2005) kerugian dari sisifinansial yang karena adalanya produk cacat, dengan kriteriaadalah: Pecah, Retak, Gopel, Permukaan Produk Tidak Halus/ rataatau Permukaan kulit jeruk, Glasur tidak rata, Glasur Mengelupas,Dekorasi Glasur Kembangan Mengelupas, Permukaan ProdukAda Warna Jelaga Hitam, Permukaan Produk Ada Lubang jarum,Bekas glasur yang menetes pada permukaan luar , Permukaanbergelembung kecil, Permukaan Produk Terpecik Warna GlasurLain. Sehingga perlu dilakukan langkah perbaikan untukmeningkatkan kualitas produk keramik, dengan menggunakanmetode pengendalian kualitas statistik.Metode untuk pelaksanaan kegiatan vucer ini secara garisbesar dibagi menjadi tujuh langkah penyelesaian masalah, antaralain: 1) Langkah Pertama, adalah menyakinkan pemilik bahwaperlu dilakukan perbaikan proses produksi tanpa merubah tata carayang berlaku selama. 2) Langkah kedua, adalah melakukanpenyiapan materi penyuluhan dan pelatihan proses pengendaliankualitas secara statistik sesuai dengan kondisi sumber dayamanusia dan alat yang ada. 3) Langkah Ketiga, adalahmenyiapkan dan melakukan koreksi dari format pengendaliankualitas statistik. 4) Langkah keempat, adalah mulaimenyesuaikan format pengendalian kualitas statistik per urutanproses produksi keramik 5) Langkah kelima, adalah melakukanpelatihan pengisian format: lembar check sheet, diagram pareto ,1 Staf Pengajar Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Malangdiagram ishikawa, diagram shewart dan perhitungan indekkemampuan proses. Dan juga melakukan langkah analisaperbaikan proses per urutan produksi keramik sehinggadiharapkan sasaran menuju zero defect akan tercapai. 6) LangkahKeenam memproduksi keramik dengan mengisi lembar formatpengendalian kualitas. 7) Langkah Ketujuh, adalah tentanganalisa perbaikan proses per urutan produksi keramik adalah lebihdifokuskan agar sasaran menuju zero defect dapat tercapai.Kesimpulan yang dapat ditarik dari proses pelaksanaanpengabdian ini, adalah :1) Pola pemahaman pengertian kualitas diindustri kecil terkait dengan kepuasan pelanggan belum terbentuk.2)Secara kuantitatif ada penurunan produk cacat, ini merupakanpeningkatan secara luar biasa pada industri kecil keramikSoekardi. 3) Ditinjau dari diagram Shewart, masih jauh dariharapan karena semua proses adalah tidak terkendali. 4)Ditinjaudari kemampuan proses nilainya, jauh dibawah satu atau Cp < 1,artinya masih diperlukan pola pembinaan peningkatan kualiltaslebih intensif. Kata Kunci: Cacat Kualitas, Pengendalian Kualitas Statistik,Tujuh Langkah, Zero Defect.
Copyrights © 2008