Agama, dalam pengertian tradisional yang sering dipresentasikan dalam ensiklopedi, kamus maupun sejarah agama-agarna, identik dengan sebuah kekuatan supernatural, magic, ritual, persembahan, dogma, kitab suci, ataupun tempat-rempat suci. Akan tetapi Islam sebagai agama, nampaknya tidak tepat jika sekadar dideskripsikan dalam frame kategori-kategori tradisional tersebul. Islam lebih cocok dengan apa yang kemudian hari dikenalkan oleh filsafat modem, yaitu agama kehidupan (a religion of nature), bukan supernatural, agama yang dapat dicerna oleh akal manusia (a religion of reason), dan bukan agama Tuhan yang tak terjangkau akal manusia (super-reason). Dalam Islam, wahyu dan kehidupan adalah sejajar, sebab wahyu diturunkan untuk kehidupan, sebagai ajakan untuk melakukan perubahan sosial (social change) dan gerakan pembebasan. Dalam Islam, wahyu dan akal adalah sejawat, sebab tidak ada satupun wahyu yang kontradiktif terhadap akal. Tidak ada misteri dalam keyakinan Islam. wahyu, akal dan kehidupan merupakan tiga esensi Islam yang saling berdialektika.
Copyrights © 2003