Anisia Kumala Masyhadi, Anisia Kumala
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

AKTUALISASI NILAI KEIMANAN DALAM KONTEKS MASYARAKAT BERKEADILAN Masyhadi, Anisia Kumala
Jurnal Bestari No 35 (2003)
Publisher : Jurnal Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2155.169 KB)

Abstract

Agama, dalam pengertian tradisional yang sering dipresentasikan dalam ensiklopedi, kamus maupun sejarah agama-agarna, identik dengan sebuah kekuatan supernatural, magic, ritual, persembahan, dogma, kitab suci, ataupun tempat-rempat suci. Akan tetapi Islam sebagai agama, nampaknya tidak tepat jika sekadar dideskripsikan dalam frame kategori-kategori tradisional tersebul. Islam lebih cocok dengan apa yang kemudian hari dikenalkan oleh filsafat modem, yaitu agama kehidupan (a religion of nature), bukan supernatural, agama yang dapat dicerna oleh akal manusia (a religion of reason), dan bukan agama Tuhan yang tak terjangkau akal manusia (super-reason). Dalam Islam, wahyu dan kehidupan adalah sejajar, sebab wahyu diturunkan untuk kehidupan, sebagai ajakan untuk melakukan perubahan sosial (social change) dan gerakan pembebasan. Dalam Islam, wahyu dan akal adalah sejawat, sebab tidak ada satupun wahyu yang kontradiktif terhadap akal. Tidak ada misteri dalam keyakinan Islam. wahyu, akal dan kehidupan merupakan tiga esensi Islam yang saling berdialektika.
HUBUNGAN ANTARA PHYSICAL APPEARANCE PERFECTIONISM DAN BODY SATISFACTION PADA PENGGUNA TIKTOK Gantari, Nadiyah Sadira; Nurmala, Nurmala; Masyhadi, Anisia Kumala
Jurnal Ilmiah Penelitian Psikologi Vol 11 No 1 (2025): 2025
Publisher : Psikologi UHAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jippuhamka.v11i1.18797

Abstract

TikTok, as a popular social media platform among teenagers and young adults, influences how individuals view and assess their physical appearance. Exposure to content that emphasizes lifestyle, fashion, and ideal body image can increase physical appearance perfectionism and affect Body satisfaction. This study aims to examine the relationship between physical appearance perfectionism and Body satisfaction in TikTok users. A quantitative approach with purposive sampling was used in this study, involving 139 participants (M = 18.08; SD = 3.01) aged 13-24 years. The instruments used were the Physical Appearance Perfectionism Scale (PAPS) and the Adolescent Body Image Satisfaction Scale (ABISS) which have been adapted into Indonesian. The results of the analysis showed a significant negative relationship between physical appearance perfectionism and Body satisfaction (r = -0.505, p < 0.01), which means that the higher the physical appearance perfectionism, the lower the Body satisfaction in TikTok users. Further research is recommended to explore different age groups or other social media platforms to expand the generalizability of the findings. Keywords: adolescents; Body satisfaction; physical appearance perfectionism; social media; tiktok
Pengaruh Religiusitas dan Peran Gender Sexism Terhadap Kecenderungan Perilaku Kekerasan Pasangan Intim (Intimate Partner Violence) Pada Laki-Laki Yang Telah Menikah Masyhadi, Anisia Kumala; Vany Aprilia
Jurnal Psikologi Islam Vol. 7 No. 2 (2020): Jurnal Psikologi Islam
Publisher : Asosiasi Psikologi Islam (API) Himpsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.452 KB) | DOI: 10.47399/jpi.v7i2.109

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh religiusitas dan peran gender sexism terhadap kecenderungan perilaku kekerasan pada pasangan intim (Intimate Partner Violence) khususnya di Indonesia. Hal ini di latar belakangi oleh adanya ketidakkonsistenan hasil pada penelitian sebelumnya, mengenai pengaruh religiusitas terhadap kekerasan pada pasangan intim (Intimate Partner Violence). Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah The Religious Commitment Inventory – 10 (RCI-10) yang dikembangkan oleh Worthington et al. (2003) sebagai skala religiusitas, The Gender Role Attitudes Scale (GRAS) yang dikembangkan oleh García-cueto et al. (2015) sebagai skala peran gender sexism, dan The Conflict Tactics Scales yang telah direvisi oleh Straus et al. (1996) sebagai skala Intimate Partner Violence. Sampel dalam penelitian ini adalah laki-laki yang telah menikah dengan usia pernikahan minimal 1 tahun, dan penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 102 responden. Teknik analisa data dalam penelitian ini menggunakan analisa multiple regression. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, religiusitas dan peran gender sexism secara signifikan mempengaruhi tindakan kekerasan terhadap pasangan intim (Intimate Partner Violence). Religiusitas memiliki pengaruh negatif, sehingga semakin tinggi religiusitas maka akan semakin rendah risiko laki-laki untuk melakukan tindak kekerasan terhadap pasangannya. Namun, peran gender sexism memiliki pengaruh positif, sehingga semakin tinggi peran gender sexism maka akan semakin tinggi pula risiko laki-laki untuk melakukan tindak kekerasan terhadap pasangannya.