Ada satu asumsi mengatakan bahwa gerakan pembaharuan atau reformasi "orientasi pemikiran" Islam yang dilakukan oleh Muhammadiyah melawan, utamanya, bit'ah, kurafat dan takhayul disisi lain justru "menggeser" budaya-budaya "Islam" lokal - tradisional, pada yang bersifat formal. Muhammadiyah memang berhasil melakukan pembaharuan dibidang pendidikan dan usaha-usaha sosialnya, tetapi amat marginal di bidang seni dan budaya. Benarkah asumsi itu bila dikaitkan dengan fenomena-fenomena yang terjadi sebagai efek dari dinamika Muhammadiyah ?
Copyrights © 1994