Vegetalika
Vol 7, No 3 (2018)

Produksi dan Kandungan Flavonoid Daun Sambung Nyawa (Gynura procumbens (Lour.) Merr.) pada Tiga Fase Agroforestri

Deborah Gita Sakinah (Departemen Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian UGM)



Article Info

Publish Date
07 Oct 2019

Abstract

Sambung nyawa (Gynura procumbens (Lour.) Merr.) merupakan salah satu tanaman obat yang telah menjadi bahan baku industri farmasi yang permintaannya akan semakin meningkat seiring dengan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemanfaatan obat herbal. Penanaman di agroforestri dapat menjadi solusi atas keterbatasan lahan pertanian dan salah satu upaya untuk meningkatkan produksi sambung nyawa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fase perkembangan agroforestri yang paling optimal bagi produksi sambung nyawa. Penelitian dilakukan di zona Nglanggeran, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunung Kidul dan disusun dalam rancangan over site faktor tunggal dengan tiga kali ulangan. Faktor tunggal berupa fase perkembangan agroforestri yaitu fase awal, fase tengah, dan fase lanjut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fase perkembangan agroforestri yang semakin lanjut akan meningkatkan kadar klorofil dalam daun, dan menurunkan ketebalan daun sambung nyawa umur 16 mspt. Kadar flavonoid pada daun sambung nyawa yang ditanam pada agroforestri fase awal, fase tengah, dan fase lanjut berturut-turut adalah: 1,42, 1,72, dan 1,18 %b/b. Produksi sambung nyawa dapat berlangsung secara optimal pada ketiga fase agroforestri.

Copyrights © 2018






Journal Info

Abbrev

jbp

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry

Description

Vegetalika ISSN (Cetak): 2302-4054 dan ISSN (Online): 2622-7452 adalah open access jurnal yang mempublikasikan artikel-artikel ilmiah berupa gagasan dan hasil penelitian. Topik publikasi berkaitan dengan disiplin ilmu Agronomi mencakup Manajemen dan Produksi Tanaman, Hortikultura, Ekologi Tanaman, ...