Pada beberapa sektor industri, ada beberapa metode pengujian yang dipakai untuk mengetahui ketangguhan suatu material. Pengujian mekanik yang lazim dilakukan adalah uji tarik, kekerasan, impak, creep, dan uji fatik. Penelitian pengujian mulur ini menggunakan bahan dari jenis polimer termoplastik, yaitu polipropilen. Pengujian dilakukan untuk mengetahui perilaku creep dari bahan yang akan diuji. Bahan uji mengalami tegangan tetap pada temperatur tertentu, sementara regangan berubah terhadap waktu. Urutan proses pengujian mulur: (1) Memasang beban yang direncanakan pada penggantung beban, (2) Memasang spesimen pada dudukan dan pemanas dihidupkan. Setelah diperoleh temperatur yang konstan, baru diberi beban selama kurun waktu 10.000 detik, (3) Pemberian beban yaitu 1 lb (0,46 kg), 1,5 lb (0,68 kg), 2 lb (0,91 kg). Dari hasil pengujian dapat disimpulkan bahwa (1) Bahan Polipropilen mengalami gejala mulur bilamana mendapat aksi tegangan pada suhu tertentu. Dengan variabel beban tegangan dan suhu operasi, pada beban tegangan tetap bila suhu meningkat maka gejala mulur bahan akan lebih besar dan pada suhu tetap bila beban tegangan bertambah maka gejala mulur bahan akan lebih besar. (2) Hasil penelitian adanya kemiripan arah kurva creep dengan studi yang telah dilaksanakan oleh Crawford (2002), Martin J. D., et al. (2002), Ben D. B., et al. (2007) dan Siljana L., et al. (2007 Kata Kunci : Mulur, Tegangan, Temperatur, Termoplastik, Polipropilen.
Copyrights © 2012