Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik
Vol 1, No 1 (2012): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 3 2012

AMBLESAN TANAH DI MUARA KALI SEMARANG BERPENGARUH TERHADAP LUAS GENANGAN DAN KERUSAKAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN

. Soedarsono (Jurusan Teknik Sipil dan Lingkungan - UNISSULA Semarang E-mail: mts_unissula@yahoo.com)



Article Info

Publish Date
03 Jul 2012

Abstract

Abstrak Kota Semarang adalah ibukota Propinsi Jawa Tengah Indonesia, memiliki luas wilayah 373,4 km2 dengan jumlah penduduk 1.481.460  jiwa (tahun 2008). Kota dibagian selatan terdiri dari perbukitan struktural denudasional dan perbukitan vulkanik, sedangkan dataran alluvial terletak di bagian utara. Pada dataran alluvial tanahnya terus mengalami amblesan (land subsidence), kondisi ini menjadi masalah yang serius khususnya pada permukiman yang tumbuh secara alamiah di muara kali Semarang. Saat pasang air laut masuk ke permukiman melewati beberapa sungai dan menggenang, akibatnya merusak infrastruktur permukiman. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji dan mengevaluasi perubahan luas genangan pada permukiman di muara kali Semarang antara tahun 1996 – tahun 2010 dan untuk mengetahui tingkat kerusakan infrastruktur. Penelitian ini menggunakan metode survey dan laboratorium, analisis data untuk mengetahui perubahan luas genangan digunakan program Geographic Information System (GIS) dengan software Arc GIS Desktop 9.2 dari Environmental System Research. Untuk  mengetahui pengaruh genangan terhadap kerusakan infrastruktur permukiman digunakan statistik dengan tabulasi silang. Untuk menakar pengaruh genangan terhadap kerusakan lingkungan menggunakan software Statistical Product Service Solution (SPSS) versi 16 dan pengamatan langsung di lokasi penelitian, sedangkan evaluasi perubahan luas genangan di permukiman dengan cara overlay peta genangan tahun 1996 dan tahun 2010, hasilnya merupakan perubahan luas genangan di permukiman penduduk. Hasil penelitian menunjukkan  : antara tahun 1996 sampai tahun 2010 terjadi penambahan genangan seluas 29,62 ha; terjadi kerusakan infrastruktur permukiman antara lain : jalan aspal (37,10%), jalan beton (26,20%), jalan dengan paving block (22,50%) dan saluran drainase (23,90%); 3) secara komulatif genangan berpengaruh terhadap kerusakan infrastruktur permukiman sebesar 20%, sedangkan sisanya dari unsur lain. Beberapa penyebab bertambahnya luas genangan antara lain amblesan tanah pada dataran alluvial terus berlanjut, lokasi penelitian  di lewati beberapa sungai, saat pasang air laut masuk ke permukiman, topografi datar dan jenuh, air yang menggenang merusak infrastruktur jalan. Kata kunci : amblesan tanah, genangan, merusak infrastruktur

Copyrights © 2012