Pengelasan tipe spot welding merupakan metode penyambungan yang sangat familiar di manufaktur otomotif. Pada umumnya proses spot welding hanya menggunakan hambatan panas untuk proses penyambungannya tanpa menggunakan gas apapun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya pengaruh penggunaan gas Argon pengelasan spot welding konvensional dan terhadap perubahan metalografi sambungan logam. Adapun material yang digunakan aluminium dengan ketebalan 1mm. Pengelasan dilakukan dengan menggunakan mesin spot welding krisbow tipe DN-16-1, dengan varisi arus pengelasan 3608 A, 4441 A dan 5021 A, dan variasi waktu pengelasan 2,5 dt, 3,5 dt dan 4,5 dt. Pengujian yang dilakukan adalah pengujian komposisi kimia dan pengujian struktur mikro. Hasil penelitian menunjukkan untuk pengujian komposisi kimia didapat bahwa logam yang digunakan dalam penelitian adalah aluminium murni (Al=99,55%) sedangkan dari hasil pengujian struktur mikro menunjukkan bahwa untuk pengelasan konvensional diameter nugget yang dihasilkan untuk arus 3608 A dan waktu 2,5 dt = 1,4 mm, arus 4441 A dan waktu 3,5 dt = 2 mm, arus 5021 A dan waktu 4,5 dt = 2,6 mm sedangkan pengelasan dengan penambahan gas Argon, diameter nugget yang dihasilkan untuk arus 3608 A dan waktu 2,5 dt = 1,6 mm, arus 4441 A dan waktu 3,5 dt = 2,1 mm, arus 5021 A dan waktu 4,5 dt = 2,7 mm sehingga dari data diatas menunjukkan bahwa semakin besar arus dan waktu pengelasan yang digunakan maka diameter nugget yang dihasilkan semakin besar dan porositas yang ditimbulkan semakin kecil. Kata kunci: spot welding, uji komposisi kimia, uji strutur mikro
Copyrights © 2013