Scriptura
Vol 5, No 2 (2015): DECEMBER 2015

TEKANAN PEMBENTUKAN RUANG PUBLIK PADA REALITAS SOSIAL BERPOTENSI KONFLIK DI PRIMETIME NEWS METRO TV

Wijayanti, Chory Angela (Unknown)



Article Info

Publish Date
01 Dec 2015

Abstract

Demokratisasi media, menciptakan sebuah ruang publik yang menjadi peluang dan jembatan bagi interaksi masyarakat, untuk dapat mengatasi konflik sosial. Namun, karena banyaknya kepentingan yang terlibat, kontruksi realitas sosial di media massa seringkali malah menimbulkan kebencian atau stereotip pada kelompok tertentu yang terlibat dalam konflik. Hal ini semakin terasa saat konflik tersebut melibatkan perempuan yang terkait dengan industri seks, yang ditempatkan sebagai sebuah patologi sosial. Penelitian ini kemudian melihat bagaimana tekanan faktor-faktor dalam media massa terhadap pembentukan ruang publik pada peristiwa penutupan lokalisasi Dolly dan Jarak di Surabaya, sebagai sebuah realitas sosial yang berpotensi konflik tersebut. Melalui metode analisis wacana kritis milik Norman Fairclough, dengan memfokuskan pada dimensi kedua, yaitu praktik wacana (discourse practice), hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor presenter sebagai individu pekerja media, rutinitas media, organisasi media, dan ekstra media, mempengaruhi konstruksi realitas sosial di media massa. Akibatnya, program talk show Primetime News menjadi tidak netral karena pada kenyataannya dikendalikan oleh para aktor media massa, yang mengontrol media massa dengan menduduki akses-akses untuk menseleksi tema, informasi, dan kontribusi.

Copyrights © 2015