Manajemen waktu merupakan pengelolaan waktu secara efektif dan efisien untuk menyelesaikan proyek, sedangkan pengelolaan waktu mempunyai tujuan utama agar proyek diselesaikan sesuai atau lebih cepat dari rencana dengan memperhatikan biaya, mutu dan lingkup proyek. Manajer proyek tidak hanya melakukan pengelolaan saja tetapi juga sebagai pelaku/pelaksana proyek. Dengan demikian seorang manajer proyek akan mengalami kehilangan waktu/waktunya banyak tersita baik sebagai manajer maupu pelaksana proyek. Jika seorang manajer proyek tidak hati-hati, dan lebih menekankan perannya sebagai pelaku/pelaksana proyek dari pada manajer, maka akan mengakibatkan banyak kehilangan waktu dalam mengelola proyek. Ternyata terdapat hubungan yang erat antara manajemen waktu dan stress seseorang. Karena dikejar target waktu seseorang dalam melakukan pekerjaaan selalu mendapat tekanan maka akibatnya akan mengalami stress (perasaan tertekan) dalam kesehariannya. Manajer proyek merupakan subyek stress karena menghadapi berbagai jenis pekerjaan yang penuh target yang harus diselesaikan.
Copyrights © 0000