Demam berdarah dengue (DBD) merupakan penyakit infeksi wilayah tropis yang menyerang sebagian besar anak berumur di bawah 15 tahun di negara berkembang dan mempunyai penghasilan menengah ke bawah. Penerapan prinsip tatalaksana yang sesuai di penyedia layanan kesehatan tergolong sangat rendah meskipun berbagai panduan standar tatalaksana DBD telah ditetapkan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pola penantalaksanaan DBD pada anak di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Buleleng pada tahun 2013. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian adalah semua pasien anak dengan DBD yang memiliki data rekam medis dari bulan Juli sampai September 2013 di Instalasi Rawat Inap RSUD Kabupaten Buleleng melalui metode total sampling. Jenis penatalaksanaan pasien dikelompokkan menjadi 4 macam, yaitu rehidrasi intravena, antipiretik-analgetik, antibiotik, dan terapi tambahan (antiemesis, antiinflamasi, imunomodulator, dan vitamin). Dari 51 sampel, jenis penatalaksanaan yang diberikan berupa rehidrasi intravena (100%), antipiretik-analgetik (98%), antibiotik (41,2%), antiemesis (47,1%), antiinflamasi (15,7%), imunomodulator (23,5%), dan vitamin (47,1%). Pola penatalaksanaan pasien anak dengan DBD Instalasi RSUD Kabupaten Buleleng meliputi pemberian rehidrasi intravena dan antipiretik..
Copyrights © 2017