E-Jurnal Medika Udayana
vol 3 no 8 (2014):e-jurnal medika udayana

TEKNIK OPERASI DUA TAHAP PADA KASUS PENYAKIT HIRSCHSPRUNG DIAGNOSIS TERLAMBAT DI RSUP SANGLAH: 1 STUDI DESKRIPTIF TAHUN 2010-2012

Putu Dewi Octavia (Unknown)
I Made Darmajaya (Unknown)



Article Info

Publish Date
06 Oct 2014

Abstract

Latar Belakang: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana diagnosistertunda pada pasien Hirschsprung di RSUP Sanglah serta masing-masing proporsiteknik operasi dua tahap pada pasien Hirschsprung diagnosis tertunda dihitung daritahun 2010 sampai 2012.Metode: Penelitian ini merupakan potong lintang deskriptif dengan data yangdigunakan bersumber dari data sekunder yang diperoleh dari hasil pencatatan pasienpenyakit Hirschsprung di RSUP Sanglah tahun 2010 sampai 2012.Hasil: Dari 102 kasus Hirschsprung pada tahun 2010 sampai 2012, 76 pasien dilakukanpenanganan dengan teknik operasi dua tahap. Proporsi penanganan pasien Hirschsprungmasing-masing tahun didominasi dengan teknik operasi dua tahap. Teknik operasi duatahap yang digunakan paling banyak adalah Duhamel Stapler.Kesimpulan: Pasien Hrischsprung dengan diagnosis tertunda memiliki proporsi lebihbanyak dibandingkan Hirschsprung diagnosis dini. Teknik operasi dua tahap lebihbanyak dikerjakan mengikuti diagnosis penyakit Hirschsprung diagnosis terlambat.

Copyrights © 2014






Journal Info

Abbrev

eum

Publisher

Subject

Health Professions Medicine & Pharmacology

Description

Majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana menerima naskah dari mahasiswa PSPD FK UNUD, baik berupa karangan asli atau laporan penelitian, ikhtisar pustaka, laporan kasus, maupun surat-surat untuk redaksi. Naskah yang dikirimkan untuk majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana adalah naskah belum pernah ...