Warga masyarakat Semarang, sebagai satuan masyarakat yang hidup di daerah pesisirutara pulau Jawa, juga memiliki peristiwa yang dipandang khusus dan memiliki artipenting. Salah satu peristiwa penting bagi kehidupan warga masyarakat Semarang yaituketika menyambut datangnya bulan suci Ramadhan, warga masyarakat Semarang selalumenantikan upacara tradisional dugdheran. Tradisi dugdheran dilaksanakan setahun sekalimenjelang bulan Ramadhan dan berlangsung hingga sekarang. Fenomena ini menarikuntuk dikaji dari perspektif sosial budaya. Artikel ini merupakan hasil penelitian yangbertujuan mengungkap makna simbolik arak-arakan dalam upacara ritual dugdheran dikota Semarang. Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan diperoleh hasil, maknasimbolik bentuk pertunjukan Arak-arakan sebagai upaya dakwah bagi pemuka agamaIslam, edukatif bagi orang tua, rekreatif bagi anak, dan promosi wisata bagi kepentinganbirokrat dan masyarakat.Kata Kunci: Arak-arakan, dhugdheran, bentuk pertunjukan, makna simbolik
Copyrights © 2006