Anak-anak sebagai generasi penyangga kehidupan seni tradisi (baca: karawitan) di masa yang akan datang, dirasa perlu untuk diwarisi pengetahuan danÃÂ ÃÂ ketranipilan bermain gamelan. Dewasa ini, di tengah-tengah semaraknya danÃÂ ÃÂ ÃÂ gema kecanggihan (adiluhung) seni karawitan di dunia internasional, di negeri sendiri (baca:Indonesia, khususnya Jawa), sebagai sumber lahirnya seni karawitan tidak banyak diminati oleh anak-anak. Apabila kondisi seperti ini dibiarkan terus berlangsung, merupakan preseden buruk bagi kelangsungan hidup seni karawitan pada masa yang akan datang
Copyrights © 2000