Setiap proses pembelajaran akan menyiapkan anak dalam prosesÃÂ peningkatan intelektual (kognitif) sikap serta nilai (afektif), dan ketrampilan (psikomotor). Ketiganya sangat diperlukan dalam penilaian ketrampilan seni tari, sesuai tujuan pembelajarannya, yaitu agar anak tidak saja bisa menari,ÃÂ tetapi bisa mengetahui bagaimana menari. Bagaimana menari memerlukan pemahaman mendalam serta kecerdasan mendemonstrasikan ketrampilanÃÂ tari. Siswa yang trampil menari, berarti dapat memainkan kaidah-kaidahÃÂ seni tari, sehingga diharapkan tercapai internalisasi seni tarinya. PerubahanÃÂ sikap, kepekaan rasa akan muncul dengan sendirinya apabila tujuan pembelajaran ketrampilan seni tari dipenuhi. Alat ukuryang baik adalahÃÂ yang dapat mengukur apa yang akan diukur, menghindari subjetivitas,ÃÂ menegagkan objectivitas. Mengukur ketrampilan seni tari ditentukan olehÃÂ beberapa indikator antara lain pengambil/petugas pengukur, waktu, tempatÃÂ (apakah memenuhi syarat) serta alat yang dipergunakan untuk pengukuran.ÃÂ Internalisasi seni tari tercapai apabila usaha menanamkan sikap kepadaÃÂ siswa dilaksanakan, yaitu dengan menggunakan alat ukur yang valid danÃÂ realibel. Kata Kunci:ÃÂ ÃÂ ÃÂ ÃÂ ÃÂ Internalisasi, Seni Tari, Alat Ukur, Ketrampilan. ÃÂ
Copyrights © 2001