Indonesia Medicus Veterinus
Vol 1 (4) 2012

519 Penambahan Bovine Serum Albumin pada Pengencer Kuning Telur terhadap Motilitas dan Daya Hidup Spermatozoa Anjing

HANNY ADNANI, LUH PUTU DHATU (Unknown)
BEBAS, WAYAN (Unknown)
BUDIASA, MADE KOTA (Unknown)



Article Info

Publish Date
12 Oct 2012

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan Bovine SerumAlbumin (BSA) pada bahan pengencer kuning telur fosfat terhadap motilitas dan daya hidupspermatozoa anjing lokal Kintamani yang disimpan pada suhu 4o C. Penelitian inimenggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan. Masing-masingperlakuan terdiri dari T0 (semen yang diencerkan dengan fosfat kuning telur tanpa ditambahdengan BSA dan berperan sebagai kontrol), T1 (semen yang diencerkan dengan fosfat kuningtelur ditambah dengan 0,5 % w/v BSA), T2 (semen yang diencerkan dengan fosfat kuningtelur ditambah dengan 1 % w/v BSA) dan T3 (semen yang diencerkan dengan fosfat kuningtelur ditambah dengan 1,5 % w/v BSA). Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 6 kali,sehingga jumlah sampel yang digunakan adalah 24 sampel. Pengamatan dilakukan padamotilitas dan daya hidup spermatozoa. Motilitas spermatozoa diamati dengan melihatpergerakan spermatozoa yang progresif dan dihitung dalam satuan persen. Daya hidupspermatozoa diamati dengan cara pengecatan menggunakan eosin negrosin citrate. Denganteknik pengecatan ini, spermatozoa yang masih hidup akan terlihat bening dan tidakterwarnai. Sedangkan sperma yang mati akan tercat berwarna merah. Data yang diperolehdianalisis dengan analisis ragam, jika hasilnya berbeda dilanjutkan dengan uji wilayahberganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata motilitas spermatozoa padaperlakuan T0, T1, T2 dan T3 masing-masing 41,50±1,378, 52,83±2,229, 79,67±2,733 dan76,00±2,280 yang diamati setelah 48 jam penyimpanan spermatozoa pada suhu 4o C. Rataratadaya hidup spermatozoa pada perlakuan T0, T1, T2 dan T3 masing-masing 52,83±1,472%, 66,33±2,160%, 90,33±1,862% dan 84,33±2,787% yang diamati setelah 48jam penyimpanan spermatozoa pada suhu 4o C. Uji statistik menunjukkan bahwa perbedaankonsentrasi BSA berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap motilitas dan daya hidup spermatozoaanjing lokal Kintamani. Selanjutnya dilanjutkan dengan uji Duncan yang menjabarkan bahwaperlakuan T0, T1, T2, dan T3 menunjukkan perbedaan persentase motilitas dan daya hidupspermatozoa yang nyata (P< 0,05).

Copyrights © 2012






Journal Info

Abbrev

imv

Publisher

Subject

Medicine & Pharmacology Veterinary

Description

Menerima artikel ilmiah yang berhubungan dengan bidang kedokteran dan kesehatan hewan. Naskah yang berkaitan dengan hewan dan segala aspeknya juga kami terima untuk dipublikasikan. Penulis naskah minimal terdiri dari dua orang. Naskah yang ditulis seorang diri belum bisa diterima oleh redaksi, ...