Kegiatan seni dapat berfungsi sebagai terapi bagi orang atau anak-anak yang memiliki masalah psikologis atau gangguan perkembangan mental. Masalah yang dikaji adalah bagaimana kegiatan melukis dapat dijadikan sebagai sarana bermain untuk terapi seni bagi anak-anak autis. Tujuan penelitian ini adalah ingin melihat dan menjelaskan jenis kegiatan melukis yang diberikan sebagai sarana bermain untuk terapi seni bagi anak-anak autis berikut dengan segala respon yang muncul, hasil yang diperoleh, dan kendala yang dihadapi. Hasil penelitian ini bermanfaat memberikan masukan bagi terapis dalam membantu penyembuhan anak-anak autis melalui kegiatan seni. Metode penelitian ini dilaksanakan dengan pendekatan kualitatif. Sasaran penelitian terfokus pada masalah penelitian.Lokasi penelitiannya di SLB Panti Biji Sesawi Semarang. Data penelitian dikumpulkandengan teknik pengamatan terkendali, wawancara mendalam, dan dokumen.ÃÂ Analisis data menggunakan model siklus interaktif. Hasil penelitian menunjukkan hal-hal sebagai berikut. Pertama, jenis kegiatan melukis yang cocok untuk anak-anak autis adalah melukis ekspresi bebas. Kedua,meskipun responnya beragam, namun dari kegiatan melukis yang diberikan terlihat anak-anak sangatantusias, senang, penuh konsentrasi, dan asyik menikmati. Karya-karya lukisan yang mereka hasilkanmemperlihatkan ekspresi spontan yang artistik, unik, dan menarik. Melalui kegiatan melukis, sikapdan perilaku anak yang kurang percaya diri, menarik diri, tidak dapat berkosentrasi, agresif, tidakpeduli orang lain, menghindari kontak mata dengan orang lain, dapat dikondisikan dan dikendalikan.Kendala yang muncul bersifat teknis dalam hal pengondisian awal anak-anak agar mau mengikutikegiatan. Saran yang dapat dikemukakan adalah perlu kesabaran, perhatian, kasih sayang, dan caraberkomunikasi yang sesuai dengan karakteritik mereka.
Copyrights © 2009