This Author published in this journals
All Journal Imajinasi
- Triyanto
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KASTURI, PERAJIN KERAMIK MAYONG LOR JEPARA: SEBUAH MODEL ADAPTABILITAS DALAM PENGEMBANGAN SENI TRADISI Triyanto, -
Imajinasi Vol 6, No 2 (2010): Imajinasi
Publisher : Jurusan Seni Rupa, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji masalah model adaptabilitas Kasturi dalam mengembangkan usaha senitradisinya. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif. Sasaran penelitiannya model adaptabiltiasKasturi. Lokasi penelitiannya di Desa Mayong Lor Jepara. Teknik pengumpulan data menggunakanpengamatan, wawancara mendalam, dan pengumpulan bahan dokumen. Data penelitian dianalisis secarasosio-budaya dengan model siklus interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model adaptabilitas Kasturimampu digunakan untuk tetap bertahan (survive) dalam mengembangkan usaha seni tradisinya dan mampumenyesuaikan diri (adaptif) dengan tuntutan perubahan pasar. Unsur-unsur penting yang menjadi faktorpenentu adaptabilitasnya itu ialah pola berpikir yang positif, kebutuhan yang kuat untuk berkembang,pemahaman yang baik terhadap perubahan, dan strategi adaptasinya dalam menghadapi perubahan melaluiproses belajar dan modifikasi budaya. Disarankan Kasturi perlu melakukan pembukuan sederhana,pendokumentasian karya, dan pengembangan pemasaran melalui internet.Kata Kunci: Keramik, perubahan, adaptabilitas, proses belajar, modifikasi budaya
MELUKIS SEBAGAI SARANA BERMAIN DAN TERAPI BAGI ANAK-ANAK AUTIS ( Studi Kasus di SLB Panti Biji Sesawi Semarang) Triyanto, -
Imajinasi Vol 5, No 1 (2009): Imajinasi
Publisher : Jurusan Seni Rupa, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan seni dapat berfungsi sebagai terapi bagi orang atau anak-anak yang memiliki masalah psikologis atau gangguan perkembangan mental. Masalah yang dikaji adalah bagaimana kegiatan melukis dapat dijadikan sebagai sarana bermain untuk terapi seni bagi anak-anak autis. Tujuan penelitian ini adalah ingin melihat dan menjelaskan jenis kegiatan melukis yang diberikan sebagai sarana bermain untuk terapi seni bagi anak-anak autis berikut dengan segala respon yang muncul, hasil yang diperoleh, dan kendala yang dihadapi. Hasil penelitian ini bermanfaat memberikan masukan bagi terapis dalam membantu penyembuhan anak-anak autis melalui kegiatan seni. Metode penelitian ini dilaksanakan dengan pendekatan kualitatif. Sasaran penelitian terfokus pada masalah penelitian.Lokasi penelitiannya di SLB Panti Biji Sesawi Semarang. Data penelitian dikumpulkandengan teknik pengamatan terkendali, wawancara mendalam, dan dokumen.  Analisis data menggunakan model siklus interaktif. Hasil penelitian menunjukkan hal-hal sebagai berikut. Pertama, jenis kegiatan melukis yang cocok untuk anak-anak autis adalah melukis ekspresi bebas. Kedua,meskipun responnya beragam, namun dari kegiatan melukis yang diberikan terlihat anak-anak sangatantusias, senang, penuh konsentrasi, dan asyik menikmati. Karya-karya lukisan yang mereka hasilkanmemperlihatkan ekspresi spontan yang artistik, unik, dan menarik. Melalui kegiatan melukis, sikapdan perilaku anak yang kurang percaya diri, menarik diri, tidak dapat berkosentrasi, agresif, tidakpeduli orang lain, menghindari kontak mata dengan orang lain, dapat dikondisikan dan dikendalikan.Kendala yang muncul bersifat teknis dalam hal pengondisian awal anak-anak agar mau mengikutikegiatan. Saran yang dapat dikemukakan adalah perlu kesabaran, perhatian, kasih sayang, dan caraberkomunikasi yang sesuai dengan karakteritik mereka.
ESTETIKA NUSANTARA : SEBUAH PERSPEKTIF BUDAYA Triyanto, -
Imajinasi Vol 4, No 1 (2008): Imajinasi
Publisher : Jurusan Seni Rupa, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

wa, atau esensi dalam setiap perwujudan simbol-simbol kesenian Nusantara. Bentuk, wujud, atau symbol-simbol yang muncul memang berbeda, namun, ruh, jiwa, atau esensinya tetap memperlihatkan sifat yang berorientasi pada budaya mistis, magis, kosmis, dan religius. Dalam kehidupan empirik, kesenian Nusantara umumnya terintegrasi dalam kegiatan tradisi ritual atau keagamaan masyarakat. Warga masyarakat yang terlibat sebagai pelaku kesenian, acapkali, tidak menyadari kalau mereka sedang berkesenian. Sebaliknya yang disadari ialah mereka sedang melakukan aktivitas kehidupan tradisinya. Dengan satu contoh kasus pada bahasan konsep estetika Jawa, akhirnya dapat disimpulkan bahwa konsep estetika kesenian Nusantara memperlihatkan sifatnya yang khas, yaitu dari mistis hingga religius.Kata Kunci : Estetika, kesenian, nusantara, budaya, mistis-religius