Imajinasi
Vol 1, No 2 (2005): Imajinasi

PERUPA WANITA DALAM WILAYAH KOMUNITAS SENIMAN DI KOTA SEMARANG: KAJIAN EKSISTENSI DAN FAKTOR PENGHAMBATNYA

-, Syakir ( Penulis adalah magister seni dan dosen Seni Rupa FBS Universitas Negeri Semarang)



Article Info

Publish Date
04 Jan 2012

Abstract

Profesi kesenirupaan tampaknya lebih banyak didominasi oleh perupa pria dibandingkan dengan perupa wanita. Fenomena ini merupakan suatu hal yang menurut penulis menarik untuk dicermati dan dikaji. Penelitian ini diarahkan untuk mencari jawaban atas: (1) bagaimana gambaran eksistensi wanita dalam profesi seniman perupa yang ada di Kota Semarang, (2) Faktor-faktor apa yang menjadi penghambat bagi wanita untuk eksis berprofesi sebagai seniman perupa di Kota Semarang. Pendekatan dan strategi penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan perspektif jender. Latar penelitian ditentukan secara purposif, dengan pertimbangan kelayakan informasi yang diperlukan, yaitu wanita seniman perupa di Kota Semarang. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data ditempuh melalui proses reduksi, saajian, dan verifikasi data. Hasil penelitian ini memberi jawaban atas masalah: pertama, telah terjadi kesenjangan yang sangat mencolok dalam hal profesi seniman perupa antara kaum wanita dan kaum pria di Kota Semarang. Dalam profesi ini sangat didominasi oleh pria dan sangat minim jumlah wanita yang dapat eksis dalam profesi ini. Kedua, faktor yang menjadi penghambat bagi wanita untuk eksis sebagai perupa yaitu: (a) rasa diskriminatif yang terkadang muncul pada diri wanita; (b) pengaruh kultur dalam kehidupan sosial budaya Jawa; (c) pengaruh keluarga, baik mendukung maupun tidak; (d) Naluri dalam kedudukan sebagai “wanita” yang harus mengemban tugas sebagai isteri dan sebagai ibu; (e) wanita yang punya profesi lain; (f) latar belakang pendidikan akdemis seni rupa; (g) Orientasi komersial dalam berkarya; (h) citra sebahagian masyarakat yang memandang profesi “seniman” atau perupa sebagai sosok yang bebas dan tidak teratur pola hidupnya; (i) Apresiasi masyarakat yang masih rendah terhadap karya seni rupa;serta (j) faktor psikologis pada diri wanita. Berdasarkan hasil penelitian ini penulis menyarankan; (1) kepada wanita perupa khususnya yang ada di Kota Semarang agar tetap berusaha untuk eksis sebagai perupa profesional dan aktif dalam menyajikan karya-karya dalam gelar karya atau pameran, (2) kepada segenap masyarakat penikmat seni rupa, hendaknya dapat lebih meningkatkan apresiasinya sehingga dapat memberi penilaian yang lebih baik dan membangkitkan semangat berkarya bagi kreator seni Kota Semarang, (3) Kepada pemerintah dan pihak yang berwenang agar memberi perhatian khusus kepada wanita perupa Semarang sehingga mereka pun bisa eksis sebagaimana halnya perupa pria, tentunya dengan memberikan sarana dan fasilitas yang mendukung. Kata kunci: seniman, seni rupa, wanita perupa, eksistensi

Copyrights © 2005






Journal Info

Abbrev

imajinasi

Publisher

Subject

Arts Humanities

Description

Jurnal Seni Imajinasi merupakan jurnal seni yang dikelola oleh Jurusan Senirupa, Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Unnes. Terbit perdana pada bulan Juli 2004. Terbit dua kali dalam setahun, yaitu pada bulan Juli dan Januari, dengan isi artikel tentang kajian atau analisis kritis dan hasil penelitian ...