Imajinasi
Vol 1, No 2 (2005): Imajinasi

STUDI TENTANG PENGEMBANGAN DESAIN KERAJINAN KERAMIK DESA MAYONG LOR JEPARA

Karthadinata, Dewa Made ( Penulis adalah seorang dosen Jurusan Seni Rupa FBS Universitas Negeri Semarang)



Article Info

Publish Date
04 Jan 2012

Abstract

Desa Mayong Lor merupakan sentra industri kerajinan keramik, sebagian warga masyarakat menggantungkan kebutuhan ekonomi rumah tangganya pada kegiatan memproduksi kerajinan keramik tersebut. Masalah yang dikaji dirumuskan sebagai berikut: (1) barang-barang apa saja yang diproduksi para perajin keramik Mayong Lor ?, (2) dalam upaya memenuhi tuntutan pasar, upaya apakah yang dilakukan perajin mengembangkan desain keramik?, (3) bagaimana bentuk hasil pengembangan desain keramik itu? (4) faktor-faktor apakah yang mempengaruhi usaha-usaha pengembangan desain keramik Mayong Lor? Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji, memahami, dan menjelaskan permasalahan tersebut. Hasilnya diharapkan bermanfaat sebagai bahan informasi dan evaluasi bagi pengembangan desain keramik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Sasaran penelitian adalah pengembangan desain keramik, seperti apa yang dirumuskan dalam masalah di atas. Data penelitian dikumpulkan dengan wawancara mendalam, pengamatan terlibat, dan teknik dokumentasi. Selanjutnya data penelitian dianalisis secara induktif, melalui proses reduksi, penyajian dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama kehadiran kerajinan bagi kehidupan keluarga sangat bermakna karena, dapat menunjang kehidupan atau mata pencaharian sehari-hari. Kedua, beberapa upaya perajin dalam pengembangan desain keramik, agar tetap mendapat peluang pasar yang baik, adalah dengan mengikuti pelatihan, belajar mandiri dan mengikuti perkembangan pasar. Ketiga, pengembangan desain keramik Mayong Lor secara umum terlihat ada dua bentuk yaitu pengembangan desain keramik pakai dan desain keramik murni atau keramik seni. Terakhir, keberhasilan pengembangan desain keramik tersebut didukung oleh faktor-faktor dari dalam dan luar. Faktor-faktor dari dalam meliputi kondisi lingkungan alam yang menyediakan bahan baku, semangat para tokoh perajin dalam mengembangkan usahanya dan dukungan moral dari Kepala Desa yang selalu mendampingi dan memantau para perajin dalam mengembangkan desain. Faktor-faktor dari luar, adalah pelatihan dari Tim Pengabdian kepada Masyarakat Jurusan Seni Rupa UNNES dan Balai Besar Keramik Bandung. Faktor penghambat adalah rendahnya tingkat pendidikan perajin dan keterbatasan bahan bantu finishing serta minimnya sarana produksi. Berdasarkan hasil penelitian disarankan: (1) para tokoh perajin senior hendaknya perlu terus meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya terutama dalam mengembangkan desain produk serta teknologi produksi, (2) bantuan instansi dan lembaga terkait perlu diteruskan dan ditingkatkan secara periodik kepada perajin, (3) krisis pengadaan bahan bantu finishing dan sarana produksi seperti alat putar, bahan pewarna perlu segera ditangani Koperasi Unit Desa (KUD). Kata kunci : pengembangan, desain , keramik.

Copyrights © 2005






Journal Info

Abbrev

imajinasi

Publisher

Subject

Arts Humanities

Description

Jurnal Seni Imajinasi merupakan jurnal seni yang dikelola oleh Jurusan Senirupa, Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Unnes. Terbit perdana pada bulan Juli 2004. Terbit dua kali dalam setahun, yaitu pada bulan Juli dan Januari, dengan isi artikel tentang kajian atau analisis kritis dan hasil penelitian ...