Setiap masyarakat tentu memiliki pola pikir dan pandangan hidup yang seiring dengan masa tersebut, misal: pembuatan seni patung yang disesuaikan dengan canon saat itu. Tidak beda dengan Abad Pertengahan yang pada masa itu dikuasai oleh gereja dan diawali dari jaman Basilika, sehingga cara berpikir dan pandangan hidupnya diwarnai dengan masalah keagamaan semata. Gereja saat itu juga mengatur pemerintahan, menjadikan agama itu (Nasrani) adalah agama negara, dan mengatur di segala bidang, termasuk bidang seni. Penciptaan seni harus berpusat pada agama atau gereja, yang bersifat teosentris, menuntut bentuk yang ideoplastis. Manusia berasal dari Allah Pencipta, maka segala yang ada, yang dibuat oleh manusia harus dikembalikan kepadaNya, sehingga manusia terikat dengan aturan dari agama yang dibuat oleh gereja tersebut, segala bentuk karya senipun di ciptakan untuk kepentingan agama atau gereja saat itu.Tetapi dengan perkembangan pemikiran dan kemampuan orang, serta seiring dengan segala bentuk penyelewengan yang dilakukan oleh para pemimpin agama (uskup), menjadikan kepercayaan masyarakat terhadap gereja saat itu tidak ada lagi. Kemunculan para kapitalis mempengaruhi masyarakat, menggiring kepada pemikiran yang bebas, individualis, untuk menemukan diri pribadi. Pusat pemikiran, pendidikan, kesenian dan kesadaran manusia tidak lagi kepada gereja, agama, tetapi kepada sesama, menjadikan hubungan yang antroposentris. Penemuan dan kembali kepada pribadi manusia adalah kelahiran baru esensi manusia, yang merupakan masa Renaissance sebagai masa pertentangan terhadap Abad Pertengahan. Keberadaan Renaisans yang membangkitkan aliran humanistik, membawa filsafati abad ini pada hal-hal yang konkret, ke alam semesta dan kepada kehidupan manusia sebagai masyarakat. Berbagai kelompok masyarakat bersatu menentang pola pikir Abad Pertengahan yang dogmatis gerejawi. Kelompok masyarakat yang melahirkan suatu perubahan dalam pemikiran manusia dan filsafatnya, serta dukungan dari gerakan kelahiran kembali pribadi manusia yang bebas, mengarahkan ciptaan karya-karya yang bersifat humanistik.ÃÂ Kata kunci: teosentris, antroposentris, ideoplastis, humanistis, katakomba, canon
Copyrights © 2006