Kegiatan periklanan ditujukan untuk mendapatkan respon atau reaksi dari audiens. Pada beberapa kasus, kegiatan periklanan digunakan sebagai sarana untuk menghidupkan brand awareness (kesadaran terhadap merk) sebagai bagian dari upaya untuk membangun citra positif produk yang ditawarkan. Sebagai elemen yang memegang peran utama dalam kegiatan pemasaran, perusahaan harus mampu menentukan strategi media yang paling efektif dan sesuai dengan karakter perusahaan. Ada paradigma bahwa media massa merupakan media yang paling efektif untuk mengiklankan produk. Dibandingkan media yang lain, televisi adalah salah satu media periklanan yang paling populer karena memiliki kompetensi untuk menggabungkan unsur audio visual dan jangkauannya yang luas. Besarnya biaya yang harus dikeluarkan untuk bisa mempromosikan produk melalui televisi tidak mengurangi antusiasme pemasar untuk beriklan di media tersebut. Terdapat hasil penelitian yang menyebutkan bahwa setiap harinya audiens diserbu tidak kurangdari 8.000 iklan televisi per hari. Berdasarkan hal tersebut, para ahli menyimpulkan bahwa iklan televisi sudah kehilangan efektivitasnya untuk mempengaruhi keputusan produk dalam membeli produk. Menurunnya keefektifan media konvensional menginspirasi biro-biro iklan dan pemasar untuk menggunakan media periklanan yang lain. Media lini bawah (below the line media) yang tidak terlalu populer sebelumnya, mulai dipertimbangkan sebagai salah satu media alternatif seiring dengan tuntutan untuk menciptakan media yang lebih efektif danl ebih kreatif. Salah satu media media nonkonvensional yang mulai populer akhir-akhir ini adalah ambient media, media yang tujuan utamanya adalah memberikan pengalaman yang tidak terlupakan kepada audiens melalui sesuatu yang berbeda, di luar standar, dan pada umumnya media ini terintegrasi dengan lingkungan.Kata Kunci : iklan, media, ambient
Copyrights © 2008