Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruhpelaksanaan penilaian angka kredit dan kepemimpinan kepala se-kolahterhadap motivasi kerja guru SMU Negeri di Kota Pekalongan.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangankorelasional. Sampel penelitian berjumlah 93 guru Sekolah Menengah Umum(SMU) Ne-geri di Kota Pekalongan. Pengumpulan data dilakukan denganangket. Data yang terkumpul dianalisis dengan teknik korelasi parsial danregresi ganda dengan menggunakan komputer program SPSS Versi 11.5.Hasil analisis korelasi parsial ditemukan bahwa: (1) terdapat pengaruh positifdan signifikan pelaksanaan penilaian angka kredit terhadap motivasi kerjadengan me-misahkan variabel kepemimpinan kepala sekolah. Perolehanangka koefisien korelasi hasil analisis (rh) = 0,4116 pada probabilitas 0,000; (2)terdapat korelasi positif dan signifikan antara kepemimpinan kepala sekolahdengan motivasi kerja guru dengan memisahkan variabel pelaksanaanpenilaian angka kredit, angka koefisien korelasi dari hasil anali-sis (rh) = 0.5981pada probabilitas 0,000.Hasil analisis korelasi ganda menunjukkan bahwa secara bersamasamaada pengaruh pelaksanaan penilaian angka kredit dan kepemimpinankepala sekolah terhadap motivasi kerja guru. Hasil uji F diperoleh angka 47,419pada probabilitas 0,000. Hasil analisis regresi ganda menunjukkan bahwa: (1)pelaksanaan penilaian angka kredit mempunyai kontribusi terhadappeningkatan motivasi kerja sebesar 33 %, (2) kepemimpinan kepala sekolahmempunyai kontribusi terhadap motivasi kerja guru sebe-sar 54,5 %.Berdasarkan hasil analisis regresi ganda menunjukkan bahwa kepemim-pinankepala sekolah mempunyai kontribusi yang lebih besar terhadap motivasi kerjaguru jika dibandingkan dengan pelaksanaan penilaian angka kredit bagi guruSekolah Menengah Umum (SMU) Negeri Kota Pekalongan.Kata kunci : Angka Kredit, Kepemimpinan, Motivasi Kerja.
Copyrights © 2002