Artikel ini bertujuan untuk menganalisis terciptanya hubungan Pela yang terbentuk melalui media sepakbola sebagai arena integrasi hubungan Islam Kristen yang dibangun dalam hubungan kekerabatan berbasis identitas kultural yakni Pela Bola. Penelitian ini berfokus pada hubungan Pela Bola di Negeri Mamala dan Lateri, Maluku. Dalam penelitian ini penulis memakai teori modal sosial oleh Francis Fukuyama dan beberapa pemikiran modal sosial lainnya dari Robert Putnam serta didukung juga oleh beberapa teori lainnya. Metode yang digunakan ialah penelitian kualitatif dengan teknik wawancara mendalam, observasi, studi-studi dokumenter dan studi pustaka. Hasil penelitian menemukan bahwa penciptaan identitas lokal yakni hubungan kekerabatan Pela di Negeri Mamala dan Lateri dapat terjadi melalui sebuah media yaitu sepakbola. Pela Bola menjadi sebuah modal sosial yang sangat kuat untuk mengintegrasikan masyarakat dan mempertahankan solidaritas hubungan antaragama yang diwujudkan melalui media sepakbola sebagai arena integrasi dalam menciptakan identitas kultural berasas kearifan lokal dalam mempererat hubungan kekerabatan dalam komunitas Islam-Kristen di Maluku.
Copyrights © 2019