Penggunaan leksem binatang dalam peribahasa Jawa akan mempermudah pemahaman orang terhadap nilai simbolik leksem yang digunakan. Hal ini erat kaitannya dengan latar belakang budaya yang dimiliki oleh masyarakat Jawa. Dengan menganalisis kosakata suatu bahasa, lingkungan fisik dan sosial tempat penutur suatu bahasa akan terkuak. Ada keterkaitan antara bahasa dan cara pandang dunia penuturnya yang bisa terlihat dari pemakaian kosakata. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode simak dan metode cakap dengan teknik simak libat cakap, teknik catat, dan teknik rekam. Metode dan teknik analisis data menggunakan teknik content analysis atau dinamakan kajian isi digunakan untuk memanfaatkan data dari proses pengumpulan data yang telah dilakukan. Hasil penelitian ini adalah ranah penggunaan leksem binatang dalam peribahasa Jawa terbagi ke dalam lima ranah penggunaan, antara lain digunakan dalam ranah keluarga, masyarakat, spiritual, kerja, dan àsindiran. Dalam peribahasa Jawa yang menggunakan leksem binatang ditemukan beberapa makna yang muncul yaitu 1) hukum alam, 2) penyangatan, 3) perumpamaan, 4) pedoman hidup, 5) larangan, 6) lukisan kasus khusus.àThe use of animalââ¬â¢s lexeme in proverbs Java will facilitate the understanding of the symbolic value. It is closely related to the cultural background of Javanese community. We can determine the relation between language and society perspective by analyzing the vocabulary, physical and social environment of speakers. Collecting data used àââ¬Åsimakââ¬Â methods and ââ¬Åcakapââ¬Â methods with the techniques ââ¬Åsimak libas cakapââ¬Â, noting and recording. Methods and techniques of data analysis used. The results of this research was the animalââ¬â¢s lexeme in Javanese proverbs classified in five domains of use: family, community, spiritual, work, and satire. àJavanese proverbs that use animalââ¬â¢s lexeme have several meanings: 1) the laws of nature, 2) hiperbole, 3) parables, 4) a way of life, 5) prohibition, 6) special case.
Copyrights © 2013