Pendidikan jasmani di sekolah berperan sangat penting karena memiliki nilai-nilaipositif yang tercakup di dalamnya. Pentingnya pendidikan jasmani bagi peserta didik,terutama dalam membangun kualitas hidup dan sikap sosialnya. Peserta didik akanterbentuk kualitas fisiknya, sikap mental, moral dan sosialnya melalui pendidikan jasmaniatau aktivitas fisik yang diperolehnya dari sekolah. Sehingga pada akhirnya diharapkanakan melahirkan generasi yang sehat jasmani dan rohaninya guna mendukung terciptanyamanusia yang berkualitas tinggi. Pelajaran pendidikan jasmani merupakan mata pelajaranyang menyenangkan, dan apa yang mereka harapkan dari pelajaran pendidikan jasmaniadalah untuk mengembangkan jasmani, mental, sosial dan psikis. Namun di lapanganmasih ditemui ungkapan negatif mengenai pendidikan jasmani, seperti misalnya,?pendidikan jasmani masih dianggap tidak penting.? Masih adanya pandangan negatiftentang pendidikan jasmani, salah satunya disebabkan karena proses pembelajaranpendidikan jasmani belum mampu untuk menciptakan atmosfir belajar. Jadi dibutuhkankemampuan dari guru pendidikan jasmani untuk dapat mengelola pembelajaran denganbaik, sehingga hasil yang diperoleh akan sangat membantu terhadap pertumbuhan danperkembangan peserta didik dalam segala aspek dan akan sangat berperan dalammewujudkan tujuan pendidikan nasional. Sehubungan dengan hal tersebut perlu adanyastrategi khusus untuk mengatasi masalah-masalah yang terungkap sebelumnya. Salahsatu strateginya adalah dengan menerapkan model permainan, karena dengan permainansiswa akan merasa senang dan pendidikan jasmani dapat ditangkap oleh siswa, sehinggadiharapkan dapat menciptakan atmosfir belajar yang kondusif. Jika anak bermain ataudiberi permainan dalam rangka pendidikan jasmani, maka siswa akan melakukanpermainan itu dengan rasa senang (pada umumnya siswa merasa lebih senang melakukanpermainan, daripada melakukan cabang olahraga yang lain). Karena rasa senang inilahmaka siswa akan menangkap keadaan pribadinya yang asli pada saat mereka bermain,baik itu berupa watak asli, maupun kebiasaan yang telah membentuk kepribadiannya.Dengan demikian dapat dikatakan bahwa dengan bermain siswa dapat mengaktualisasikanpotensi aktivitas manusia dalam bentuk gerak, sikap, dan perilaku, sehingga pada akhirnyadapat disimpulkan melalui bermain tujuan pembelajaran pendidikan jasmani dapat tercapai.
Copyrights © 2010