ABSTRAKWNI keturunan tionghoa sering mendapat perlakuan diskriminatif dari pemerintah orde baru,dimana mereka tidak diikutsertakan dalam setiap kegiatan politik bahkan suara mereka tidak pernahdiperhitungkan sehingga mereka lebih terkonsentrasi pada masalah ekonomi dari pada masalahpolitik. Setelah dibukanya keran bagi partisipasi politik WNI keturunan Tionghoa menjadikan bentukpartisipasi mereka sangat menarik untuk diamati. Untuk itu penelitian ini akan mencoba melihatperilaku politik warga negara Indonesia keturunan Tionghoa dalam pemilihan presiden dan wakilpresiden tahun 2014 di kota Manado kecamatan Wenang. Penelitian ini menggunakan penelitian jeniskualitatif dimana peneliti sebagai instrument kunci, teknik pengumpulan data dilakukan secaragabungan analisis data bersifat induktif. Dalam penulisan ini penulis menggunakan teori dariMahendra (2005:36) yang mengatakan faktor faktor yang mempengaruhi perilaku politik aktor politik(pemimpin, aktivis, dan warga biasa) antara lain : lingkungan sosial politik tak langsung, lingkungansosial politik langsung, struktur kepribadian, lingkungan sosial politik langsung berupa situasi.Dari hasil penelitian perilaku politik warga negara Indonesia keturunan Tionghoa padapemilihan umum presiden dan wakil presiden tahun 2014 di kota Manado kecamatan Wenang. Sangatdipengaruhi oleh faktor identifikasi partai dari kedua pasangan calon serta track record/rekam jejakdari kedua pasangan calon.Kata kunci : perilaku politik, keturunan Tionghoa
Copyrights © 2015