ABSTRAKPemilihan kepala desa merupakan salah satu sarana partisipasi politik sebagai perwujudan darikedaulatan rakyat. karena pada saat pemilahan kepala rakyat menjadi pihak yang paling berperanpenting dengan memberikan suaranya secara langsung Meningkatnya jumlah pemilih di DesaGamomeng di sebabkan oleh beberapa faktor yakni status sosial dan ekonomi, situasi, afiliasipolitik orang tua, pengalaman berorganisasi, kesadaran politik, kepercayaan terhadappemerintah, perangsang partisipasi melalui sosialisasi media massa dan diskusi-diskusiinformal serta peran tokoh agama.Paigee (dalam Kamarudin, 2003:95) membagi partisipasi politik menjadi empat tipe.Apabila seseorang memiliki kesadaran politik dan kepercayaan kepada pemerintah yang tinggimaka partisipasi politik cenderung aktif. Sebaliknya, apabila kesadaran politik dankepercayaan kepada pemerintah rendah maka partisipasi politik cenderung pasif-tertekan(apatis). Tipe partisipasi ketiga berupa militan radikal, yakni apabila kesadaran politik tinggitetapi kepercayaan kepada pemerintah sangat rendah. Selanjutnya, apabila kesadaran politiksangat rendah tetapi kepercayaan kepada pemerintah sangat tinggi maka partisipasi ini disebuttidak aktif ( pasif). Kedua faktor diatas bukan faktor- faktor yang berdiri sendiri (bukan variableyang independen). Artinya, tinggi rendah kedua faktor itu dipengaruhi oleh faktor lain, sepertistatus sosial dan status ekonomi, afiliasi politik orang tua dan pengalaman berorganisasi. Yangdimaksud dengan status sosial ialah kedudukan seseorang dalam pelapisan masyarakatberdasarkan pemilikan kekayaan. Tulisan ini akan mencoba melihat factor-faktor yangmempengaruhi partisipasi politik di tingkat desa khususnya yang terjadi di desa GamomengKabupaten Halmahera Barat.Kata Kunci : Partisipasi Politik, Pemilihan Kepala Desa
Copyrights © 2015