Teknika
Vol 7, No 1 (2006)

Perilaku Lentur Struktur Balok Komposit Beton

Suprapto, (Unknown)



Article Info

Publish Date
01 Feb 2006

Abstract

Tegangan pada penampang balok beton bertulang dibagi menjadi daerah tekan dan daerah tarik. Dalam perencanaan daerah tekan diterima oleh beton dan daerah tarik sepenuhnya diterima oleh tulangan, dan kekuatan tarik beton diabaikan. Dalam rangka efisiensi bahan, maka secara logika daerah tarik dapat dibuat mutu beton yang lebih rendah dibanding dengan mutu beton daerah tekan. Sehingga struktur balok beton bertulang tersebut dapat dibuat komposit beton, dengan membedakan mutu beton pada daerah tarik dan daerah tekan. Pada kesempatan ini akan dibahas pengaruh komposit beton tersebut pada perilaku lenturnya. Penelitian dilakukan dengan membuat benda uji balok beton dengan memanipulasi perbandingan penampang daerah tekan, yang menggunakan mutu beton lebih tinggi dan daerah tarik yang menggunakan mutu beton lebih rendah. Untuk mengamati perilaku lentur, juga dibandingkan dengan balok beton yang mempunyai penampang seluruhnya mutu tinggi dan seluruhnya mempunyai mutu rendah. Selain mengamati perilaku lentur juga ingin dipelajari sumbangan kekuatan tarik beton pada daerah tarik, yang selama ini diabaikan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa semakin besar daerah mutu beton tinggi, kekuatan lentur semakin besar, dan semakin besar pula kekuatan menahan lendutannya, sehingga jika dibandingkan dengan balok yang mempunyai penampang mutu rendah semua, lendutan balok penampang komposit lebih tinggi, namun dibanding dengan balok beton yang mempunyai penampang mutu tinggi, lendutan balok penampang komposit lendutannya lebih rendah. Kondisi ini menunjukkan bahwa kekuatan tarik beton juga memberi sumbangan pada kekuatan tarik baloknya, yang ditunjukkan dengan peningkatan kekuatan lentur yang cukup besar antara balok yang berpenampang komposit dan balok yang berpenampang mutu tinggi. Tension in section of reinforced concrete of beam divided to depress area and interesting area. In the plan depress area to be accepted by interesting area and concrete is fully accepted by bone, and interesting strength of concrete disregarded. In efficiency to materials, hence logically interesting area can be made by quality of lower concrete compared to with quality of area concrete depress. So that the reinforced concrete of beam structure can be made is composite of concrete, by differentiating quality of concrete at interesting area and depress area. This opportunity will be studied by composite influence of the concrete at flexure behavior. Research done by making speciment of concrete beam with manipulation comparison of saction of depress area, using quality of higher concrete and interesting area which use quality of lower concrete. To perceive flexurer behavior, is also compared to concrete beam having saction entirely high quality and entirely have low quality. Besides perceiving flexure behavior also wish to be studied by interesting strength contribution of concrete at interesting area, is which during the time disregarded. The result of research indicate that ever greaterly of area quality of high concrete, ever greater flexure strength, and ever greater also strength arrest, so that in comparison with beam having saction of low quality all, deflection of saction higher composite, is but compared to with concrete beam having saction of high quality, deflection of saction composite of lower. This condition indicate that interesting strength of concrete also give contribution at interesting strength of beam, posed at with make-up of big enough flexure strength of beam which is composite saction and beamg which is high quality saction.

Copyrights © 2006