Kepelatihan Olahraga
Vol 5, No 1 (2010)

Strategi Model Pelatihan Bulutangkis

Oce Wiryawan, (Unknown)



Article Info

Publish Date
01 Apr 2010

Abstract

Proses latihan dilakukan sesuai dengan program yang telah disusun oleh pelatih yang menanganinya. Program pelatihan seharusnya memenuhi prinsip-prinsip dan persyaratan ideal setiap cabang olahraga. Idealnya program latihan disusun dalam waktu satu tahun, kemudian program latihan tersebut dirinci menjadi program-program bulanan, program mingguan dan kemudian dikembangkan menjadi program latihan harian. Dari pengembangan program latihan harian ini tentunya akan muncul kebutuhan waktu dan bentuk kegiatan latihan untuk atlet tersebut setiap harinya. Penyusunan program latihan mencakup latihan fisik, latihan teknik, mental, taktik dan ujicoba dari hasil latihan. Terkait dengan program pelatihan ini, maka di setiap cabang olahraga seharusnya memiliki pelatih yang memiliki kompetensi kepelatihan. Pelatih yang baik adalah orang yang imajinatif juga artistik dalam melaksanakan program olahraga yang berlandaskan ilmu. Di sisi lain lain seorang atlet yang akan mengikuti program pembinaan prestasi melalui program pelatihan harus mempunyai persiapan kondisi awal, sesuai dengan tuntutan cabang olahraga yang akan dikembangkan. Persiapan awal tersebut sesuai dengan kebutuhan pelatihan, antara lain mencakup: a) fisik, b) teknik, c) taktik, dan d) psikologis. Dengan demikian proses pelatihan merupakan suatu proses kompleks dan terpadu. Hal ini mengindikasikan bahwa secara konseptual pembinaan atlet profesional merupakan suatu sistem yang terdiri dari beberapa komponen sistem. Oleh karena itu dalam pelaksanaan kepelatihan yang ideal dalam setiap cabang olahraga tidak cukup ditangani oleh seorang pelatih ahli olahraga saja, tetapi harus ditangani secara kolaborasi dengan berbagai ahli dalam bidang terkait (seperti: kesehatan, psikolog, ahli pendidikan, ahli pengetahuan, ahli pengukuran, ahli media, dll). Selama proses pelatihan seorang atlet harus mengikuti uji coba atlet melalui even kejuaraan untuk setiap cabang olahraga. Hasil-hasil latihan maupun hasil pertandingan ataupun ujicoba merupakan data yang sangat autentik, sebagai dasar untuk menilai tingkat kualitas pelatihan dan untuk memperbaiki program-program latihan yang akan datang.  Aspek kekurangan tersebut dapat terletak pada pelatih, sarana, program, dan pada alat sebagai suatu sistem, maka selama proses pelatihan perlu diadakan evaluasi.  

Copyrights © 2010