Kepelatihan Olahraga
Vol 6, No 1 (2011)

PENINGKATAN KEMAMPUAN SPEAKING MAHASISWA PRODI ILMU KEOLAHRAGAAN FIK MELALUI PENERAPAN INFORMATION GAP

Suvi Akhiriyah, (Unknown)



Article Info

Publish Date
01 Apr 2011

Abstract

Kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris secara aktif mempunyai arti penting dalam ketatnya persaingan dalam dunia kerja dewasa ini. Begitu juga bagi mahasiswa prodi ikor FIK, mereka dapat menggunakan kemampuan ini untuk menyerap berbagai macam informasi penting tentang dunia olahraga yang mereka geluti sehingga kemampuan dan keahlian mereka bertambah. Namun kemampuan speaking mereka ternyata rendah. Hal ini terjadi karena mereka jarang menggunakannya, meskipun dalam perkuliahan Bahasa Inggris, karena faktor malas dan malu jika berbuat salah. Oleh karena itulah diadakan penelitian dengan prosedur Penelitian Tindakan Kelas ini. Information gap berarti kesenjangan infomasi, ada perbedaan informasi antar mahasiswa sehingga mereka harus melengkapi informasinya dengan cara menanyakannya pada pasangannya tanpa saling melihat informasi masing-masing. Dengan cara ini mereka aktif bertanya dan menjawab sehingga mereka terlatih untuk menggunakan bahasa target. PTK ini terdiri dari dua siklus, masing-masing siklus terdiri dari empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Instrument penelitiannya adalah lembar penilaian dari sistem penilaian yang berdasarkan pada prosedur rating FSI untuk kemampuan speaking. Subyek dalam penelitian ini adalah mahasiswa SI prodi Ikor Jurusan Pendidikan Kesehatan dan Rekreasi FIK angkatan 2007 kelas A sebanyak 28 orang yang sedang mengikuti mata kuliah Bahasa Inggris 1 pada semester gasal tahun ajaran 2007/2008. Hasil yang didapat cukup memuaskan, level kemampuan speaking mahasiswa meningkat cukup signifikan. Jumlah mahasiswa yang ada di level yang paling rendah (level 2 ke bawah) menurun, dari siklus pertama sebanyak 12 orang, menjadi 5 orang di siklus kedua. Jumlah mahasiswa yang berada di level 2+ (kemampuan masih terbatas) juga menurun dari jumlah 10 orang di siklus pertama menjadi 9 orang di siklus kedua. Jumlah mahasiswa yang berada di level 3 dan 3+ (baik) meningkat, dari 6 orang di siklus pertama menjadi 14 orang di siklus kedua.    

Copyrights © 2011