Religio : Jurnal Studi Agama-agama
Vol. 3 No. 1 (2013): March

Pran-Soeh Resistance to the State Hegemony

Nasruddin Nasruddin (Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya)



Article Info

Publish Date
01 Mar 2013

Abstract

Munculnya gerakan keagamaan lokal (the emergence of new local religion) adalah fenomena yang lazim dan tak bisa dihindarkan. Di Jawa, misalnya, terdapat beberapa agama lokal yang lahir dari rahim budaya setempat dan kemudian disebut sebagai Javanese religion atau religion of Java. Di antara agama-agama lokal ini, ada sebuah gerakan keagamaan yang dikenal sebagai Agama Pran-Soeh. Embrio dari kemunculan Agama Pran-Soeh bisa ditelaah pada masa kolonialisme Belanda dan penjajahan Jepang. Seperti agama lokal lainnya, pendiri agama Pran-Soeh juga yakin bahwa dia menerima wahyu dari Tuhan. Kemudian, ia merasa bahwa memiliki tugas untuk menyebarkan wahyu untuk komunitasnya. Dari sinilah, agama lokal Pran-Soeh mulai muncul. Keberadaan aliran keagamaan ini belum banyak diteliti. Menggunakan perspektif historis, artikel ini bermaksud meneliti kemunculan dan keberadaan aliran ini, bagaimana hubungannya dengan pemerintahan politik, serta responsnya terhadap problematika sosial, terutama sosial Islam. Lebih jauh, artikel ini akan mengupas resistensi Pran-Soeh terhadap hegemoni negara. Keberadaan agama Pran-Soeh itu sendiri tidak tumbuh pesat di masyarakat, tetapi harus menghadapi hambatan baik dari dalam dan luar. Kendala dari dalam adalah bentuk konflik di antara mereka. Sementara kendala dari luar salah satu khususnya di Orde Baru adalah hegemonik negara dan kecemasan dan kekhawatiran agama yang mainstream. Jadi, kelangsungan hidup dan kematian agama Pran-Soeh tergantung pada keputusan negara dan kebijaksanaan agama yang mainstream.

Copyrights © 2013






Journal Info

Abbrev

religio

Publisher

Subject

Religion Social Sciences

Description

Jurnal yang mengeksplorasi gagasan kreatif dan solutif seputar tema agama dan sosial-budaya. Selain sebagai wahana sosialisasi, jurnal Religio diharapkan bisa menjadi ruang publik (public sphere) bagi masyarakat, khususnya bagi para akademisi, peneliti, dan praktisi. Substansi isi tulisan jurnal, ...