Perilaku kekerasan dan kerusuhan terjadi akibat proses sosial yang dilakukan tidak terjalin dengan baik. Salah satu kemungkinan penyebabnya adalah kurangnya kesadaran individu yang tidak memahami makna sportivitas sehingga menampilkan sikap negatif ketika berpartisipasi dalam kegiatan olahraga seperti tidak menerima kekalahan, menolak keputusan wasit, fanatisme yang berlebihan yang mengakibatkan kerusuhan dan keributan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan sikap Sportivitas melalui penerapan model pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen denganĀ pretes-posttest control group desain. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa tingkat 2 Universitas Majalengka yang mengikuti perkuliahan permainan Bola Tangan, terdiri dari 3 kelas dan pemilihan sampel digunakan dengan teknik two stage random sampling, instrument yang digunakan mengadopsi dari Multidimensional Sportspersonship Orientation Scale (M.S.O.S). Berdasaarkan pengolahan dan analisis data, Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan pengaruh yang signifikan antara penggunaan model pendidikan olahraga dan model konvensional terhadap peningkatan sikap sportivitas. Model pendidikan olahraga memberikan pengaruh yang lebih baik dikarenakan adanya pembagian tugas yang berbeda dalam setiap pemebelajaran serta memberikan pengalaman terhadap situasi permainan yang sesungguhnya dengan saling bertukar peran sehingga dapat meningkatkan sikap sportivitas. Dengan demikian penerapan model pendidikan olahraga lebih efektif dalam meningkatkan sikap sportivitas dibandingkan dengan model konvensional, akan tetapi perlu di lakukan penelitian lebih lanjut dengan melibatkan banyak jenis cabang olahraga serta karakteristik sampel yang berbeda
Copyrights © 2019