Jurnal Geodesi Undip
Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018

ANALISIS DAMPAKPERUBAHAN MUKA TANAH AKIBAT BENCANA TANAH LONGSOR TERHADAP KAWASAN PERMUKIMAN DI KABUPATEN BANJARNEGARA MENGGUNAKAN METODE DInSAR

WIWIT PURWANTI (Teknik Geodesi Universitas Diponegoro)
Yudo Prasetyo (Teknik Geodesi Universitas Diponegoro)
Bambang Darmo Yuwono (Teknik Geodesi Universitas Diponegoro)



Article Info

Publish Date
03 Dec 2018

Abstract

Jawa Tengah merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki topografi bervariasi seperti dataran landai, pegunungan dan dataran tinggi. Kabupaten Banjarnegara merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Tengah yang juga memiliki topografi bervariasi. Kondisi tersebut menjadikan Kabupaten Banjarnegara rawan bencana alam seperti tanah longsor. Tanah longsor di Kabupaten Banjarnegara tidak hanya disebabkan oleh relief yang curam tetapi juga curah hujan yang tinggi, tataguna lahan di wilayah pegunungan yang tidak tepat dan jenis tanah di Kabupaten Banjarnegara.Penelitian ini menggunakan metode DInSAR, identifikasi kawasan permukiman dan overlay  (tumpang susun). Data yang digunakan yaitu citra Sentinel-1, citra Landsat 8, DEM SRTM, peta rawan bencana longsor, peta RTRW dan batas administrasiKabupaten Banjarnegara.Hasil overlay DInSAR tahun 2016 dan 2017 menunjukkan bahwa di kabupaten Banjarnegara terjadi perubahan muka tanah sebesar -0,35 sampai 0,34 meter/tahun. Hasil overlay DInSAR menunjukkan 1 kecamatan mengalami kenaikan muka tanah yaitu Kecamatan Karangkobar dan 19 kecamatan lainnya mengalami penurunan muka tanah. Hasil NDBI adalah sebesar 1,64% wilayah Kabupaten Banjarnegara adalah permukiman, sedangkan 98,36% nya berupa non permukiman. Hasil identifikasi permukiman menggunakan algortima NDBI memiliki hasil yang kurang maksimal, sehingga digunakan data sekunder dari peta RTRW untuk identifikasi permukiman. Hasil overlay perubahan muka tanah dengan kawasan rawan bencana menghasilkan 5 kelas yaitu tidak rawan sebesar 7,44%, kurang rawan 29,79%, agak rawan 30,42%, rawan 29,96% dan sangat rawan 2,39%. Hasil overlay perubahan muka tanah pada kawasan rawan longsor dengan kawasan permukiman menghasilkan 3 kelas permukiman yaitu 799,73 ha kelas aman, 1.937, 61 ha kelas sedang dan 305,60 ha kelas bahaya.

Copyrights © 2018






Journal Info

Abbrev

geodesi

Publisher

Subject

Earth & Planetary Sciences

Description

Jurnal Geodesi Undip adalah media publikasi, komunikasi dan pengembangan hasil karya ilmiah lulusan Program S1 Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas ...