Kesadaran tentang bahaya yang ditimbulkan oleh pemakaian bahan kimia sintetis dalam pertanian menjadikan pertanian organik menarik perhatian baik di tingkat produsen maupun konsumen.Pemerintah telah berusaha mendukung pengembangan pertanian organik dengan meluncurkan Program Go Organic 2010 pada tahun 2008. Namun, karena rendahnya komitmen, program itu jauh dari tercapai. Hal ini didasarkan penyebaran dan adopsinya masih lambat karena mayoritas petani kurang memahami dan kurang tertarik untuk mempraktikkan pertanian organik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh kompetensi komunikasi trainer terhadap pengetahuan petani mengenai sistem pertanian organik.
Copyrights © 2018