JURNAL KARYA TEKNIK SIPIL
Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018

Peran Life Cycle Assessment (LCA) Pada Konstruksi Sipil

Arya Desta A (Departemen Teknik Sipil Jl.Prof.Ir. Soedarto, Tembalang Semarang. 50275)
Amelia Kristina Putri (Departemen Teknik Sipil Jl.Prof.Ir. Soedarto, Tembalang Semarang. 50275)
Jati Utomo DH (Departemen Teknik Sipil Jl.Prof.Ir. Soedarto, Tembalang Semarang. 50275)
M.Agung Wibowo (Departemen Teknik Sipil Jl.Prof.Ir. Soedarto, Tembalang Semarang. 50275)



Article Info

Publish Date
19 Oct 2018

Abstract

ABSTRAK Semakin meningkatnya sektor ekonomi, maka semakin berkembangnya sektor konstruksi. Sektor konstruksi juga merupakan sumber utama yang bertanggung jawab atas dampak lingkungan yang ditandai dengan meningkatnya suhu di bumi akibat dari pengolahan material, transportasi, penggunaan peralatan pada saat proses konstruksi, proses pembongkaran/ demolisi (Kendall, Keoleian, & Helfand, 2008). Untuk mengetahui dampak lingkungan dari suatu siklus hidup konstruksi diperlukan suatu metode yaitu Life Cycle Assessment (LCA). Ruang lingkup LCA terbagi menjadi empat, yaitu : cradle to grave, cradle to gate, gate to gate, dan cradle to cradle. LCA merupakan metode yang sangat cocok digunakan untuk penilaian lingkungan dari siklus hidup konstruksi sipil (Penadés-Plà, Martí, García-Segura, & Yepes, 2017). Untuk menghitung proses estimasi kebutuhan energi pada tahap transportasi, produksi dan konstruksi secara garis besar dengan cara menghitung besaran konsumsi bahan bakar yang digunakan oleh peralatan dengan satuan liter, sedangkan rumus untuk menghitung besaran kosumsi yang digunakan dengan menghitung konsumsi bahan bakar per jam untuk setiap alat yang ditinjau (Mulyana, 2017).

Copyrights © 2018