Kejadian atau bencana alam dapat memberikan dampak terhadap keberlangsungan supply chain, gangguan tersebut dapat berdampak panjang terhadap perusahaan. CV. ABC sebagai perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang produksi hospital equipment sering dihadapkan pada berbagai risiko yang dapat menyebabkan gagalnya sebuah tujuan yang akan dicapai. Untuk mengantisipasi risiko-risiko tersebut perlu dikembangkan supply chain risk management (SCRM). Evaluasi dan analisis risiko dilakukan dengan pengembangan Failure Modes and Effect Analysis (FMEA) dan Quality Function Deployment (QFD), yang kemudian didapat formulasi Risk Index Priority (RPI) untuk menentukan prioritas agen risiko yang akan dimitigasi. Analisa hubungan korelasi dilakukan dengan menggunakan House of Risk (HOR). Hasil analisa tersebut digunakan untuk memetakan strategi mitigasi. Dari hasil penelitian ini, didapatkan sebanyak 50 risk event teridentifikasi dengan 22 risk agent. Pada pemetaan risiko terdapat 8 risk event berada pada area merah dan 8 pada area oranye yang menjadi prioritas perbaikan. Dari pengembangan HOR diusulkan 3 strategi yang dilakukan untuk memitigasi dampak risiko,yaitu memperbaiki manajemen SDM perusahaan, memperbaiki hubungan dengan supplier, dan memperbaiki aliran produksi dan sistem perawatan mesin.
Copyrights © 2012